Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Temukan Kasus Pembekuan Darah setelah Penggunaan Vaksin AstraZeneca, Australia Lakukan Penyelidikan

Australia lakukan penyelidikan apakah kasus pembekuan darah yang tercatat di hari Jumat (2/3/2021) berkaitan dengan vaksin AstraZeneca.

flickr
Vaksin Covid-19 AstraZeneca. 

TRIBUNTERNATE.COM - Australia kini sedang melakukan penyelidikan tentang apakah kasus pembekuan darah yang tercatat di hari Jumat (2/3/2021) berkaitan dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Sebelumnya, media Australia melaporkan bahwa ada seorang pria berusia 44 tahun yang dirawat di rumah sakit Melbourne karena pembekuan darah setelah menerima vaksin AstraZeneca.

"Penyidik saat ini belum mengonfirmasi hubungan sebab akibat dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca, tetapi penyelidikan sedang berlangsung," kata Wakil Kepala Petugas Medis, Profesor Michael Kidd, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (2/4/2021).

Kidd menambahkan bahwa rincian lebih lengkap diharapkan akan diketahui pada hari Sabtu (3/4/2021) besok.

Badan Pengawas Obat dan Terapeutik Australia sebelumnya telah mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca tidak ada kaitannya dengan peningkatan risiko penggumpalan darah secara keseluruhan.

Vaksin AstraZeneca.
Vaksin AstraZeneca. (flickr)

Baca juga: Penjelasan Satgas Penanganan Covid-19 tentang Kejadian Ikutan dan Efek Samping Vaksin Covid-19

Baca juga: 16 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Indonesia, Total Indonesia Punya 53,5 Juta Vaksin

Baca juga: Ada Kasus Kelainan Pembuluh Darah Otak, Jerman Batasi Penggunaan Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca

Regulator Inggris Temukan 30 Kasus Pembekuan Darah setelah Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Regulator Inggris mengatakan telah mengidentifikasi 30 kasus pembekuan darah langka setelah penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca pada Kamis (1/4/2021).

Jumlah ini diketahui 25 kasus lebih banyak daripada yang dilaporkan oleh agensi sebelumnya.

Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan Inggris mengatakan, tidak menerima laporan peristiwa pembekuan darah setelah penggunaan vaksin Covid-19 yang dibuat oleh BioNTech dan Pfizer.

Pejabat kesehatan mengatakan mereka masih percaya bahwa manfaat vaksin dalam pencegahan Covid-19 jauh lebih besar daripada kemungkinan risiko pembekuan darah.

Untuk itu, beberapa negara membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca.

Sementara, sejumlah negara lainnya tetap melanjutkan vaksinasi Covid-19 dengan AstraZeneca karena laporan pembekuan darah jarang terjadi.

Pada 18 Maret 2021 lalu, regulator obat-obatan Inggris mengatakan bahwa ada 5 kasus pembekuan darah otak, ini adalah angka yang langka, sebab total ada 11 juta suntikan vaksin yang diberikan.

Namun pada hari Kamis (1/4/2021), tercatat ada 22 laporan trombosis sinus vena serebral, sebuah penyakit pembekuan pembuluh darah pada otak yang sangat langka.

Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, foto diambil pada 23 November 2020.
Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, foto diambil pada 23 November 2020. (JOEL SAGET / AFP)

Baca juga: Survei SMRC Sebut 29 Persen Masyarakat Tak Mau Divaksin, Sebagian Besar Tingkat Pendidikannya Rendah

Baca juga: Kandungan Tripsin Babi pada Vaksin AstraZeneca dan Fatwa Mubah MUI, Kemenkes RI Beri Penjelasan

Jerman Batasi Penggunaan Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved