Ramadhan 2021
Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Janji Allah kepada Hamba-Nya yang Percaya kepada-Nya
Berikut rekomendasi cerita islami pengisi waktu ngabuburit: Janji Allah kepada Hamba-Nya yang Percaya kepada-Nya.
TRIBUNTERNATE.COM- Setelah melakukan kegiatan sehari penuh, tiba saatnya bagi kita untuk menunggu waktu berbuka puasa.
Banyak kegiatan bermanfaat yang dapat dilakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa tiba.
Masyarakat Indonesia biasa menyebut kegiatan menunggu waktu berbuka puasa itu sebagai 'ngabuburit'.
Salah satu hal bermanfaat yang dapat dilakukan sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba adalah dengan membaca cerita islami.
Dengan membaca cerita islami, kita dapat mengambil hikmah dari cerita itu.
Baca juga: Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Makam Seorang Mukmin yang Berbau Wangi
Baca juga: Jelang Bulan Puasa, Catat Link Download Jadwal Ramadhan 1442 Hijriah di Seluruh Indonesia
Berikut rekomendasi cerita islami pengisi waktu ngabuburit yang dilansir oleh TribunTernate.com dari Islam Can.
Janji Allah kepada Hamba-Nya yang Percaya kepada-Nya
Cerita ini diambil dari buku Stories of the Pious oleh Syekh Ahmad Ali.
Pada cerita ini, seorang ulama bernama Syekh Fath al-Mowsily menceritakan, suatu ketika ia melihat seorang anak laki-laki berjalan melalui hutan.
Sambil berjalan, anak itu sepertinya sambil berkomat-kamit mengucapkan sesuatu.
Syekh Fath menyapanya dengan salam dan dia menjawabnya.
Kemudian ia bertanya kepada anak itu, "Mau kemana?"
Dia membalas, "Ke rumah Allah (Makkah)."
Syekh Fath lalu bertanya lebih lanjut tentang apa yang dikomat-kamitkan anak itu saat ia berjalan, "Apa yang kamu ucapkan?"
"Alquran" jawabnya.

Syekh Fath menanggapi dengan berkomentar, "Kamu masih anak-anak, masih sangat muda, itu bukanlah kewajiban yang harus kamu penuhi."
Anak itu menjawab, "Saya telah menyaksikan kematian mendekati orang-orang yang lebih muda dari saya, dan karena itu ingin bersiap jika kematian akan mengetuk pintu saya."
Mendengar jawaban anak itu, Syekh Fath terheran, ia pun mengatakan bahwa anak itu akan menempuh perjalanan jauh jika ia ingin ke Mekkah, "Langkahmu kecil dan tujuanmu jauh."
Baca juga: Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Hanya Allah yang Tahu Kapan Manusia akan Bertemu Ajal
Baca juga: 4 Waktu Terbaik untuk Olahraga Selama Puasa Ramadhan, Sebelum Sahur hingga Setelah Tarawih
Kemudian anak itu menjawab, "Tugas saya adalah terus berjalan, dan tetap menjadi tanggung jawab Allah untuk membawa saya ke tujuan saya."
Masih penasaran, Syekh Fath bertanya kembali, "Di mana bekal dan kendaraanmu?"
Anak itu menjawab "Yaqeen (keyakinan) saya adalah bekal saya dan kaki saya adalah kendaraan saya."
Bingung dengan jawaban anak itu, Syekh Fath menjelaskan maksud dari pertanyaannya, "Saya bertanya tentang bekal seperti roti dan air."
Dia menjawab "Wahai Syekh, jika seseorang mengundang anda ke rumahnya, apakah pantas untuk membawa makananmu sendiri?"
Lalu Syekh Fath menjawab, "Tidak!"
"Demikian pula denganku, Tuhanku telah mengundang hamba-Nya ke rumah-Nya. Hanya karena kelemahan Yaqeen (keyakinan)-mu akan kekuasaan Allah saja yang membuatmu menanyakan soal perbekalan. Meskipun demikian, apakah menurutmu Allah akan membiarkan aku mati sia-sia karena tak membawa bekal untuk perjalanan ke Mekkah?"
"Tentu saja tidak," jawab Syekh Fath.
Kemudian anak itu pergi dan melanjutkan perjalanannya.
Beberapa waktu kemudian, Syekh Fath melihat anak itu telah sampai di rumah Allah di Mekkah.
Anak itu mendekatinya dan bertanya, "Wahai Syekh, dengan melihatku sampai di sini dengan sehat apakah keyakinanmu kepada Allah masih lemah?"
Dari kisah ini, kita dapat belajar bahwa apabila kita yakin dan percaya bahwa Allah akan menolong, menjaga, dan memberi berkah kepada hamba-Nya, maka dengan kuasa-Nya, Allah tidak akan membuat harapan kita pada-Nya sia-sia.
(TribunTernate.com/Qonitah)