Ramadhan 2021
Syarat & Ketentuan bagi Musafir yang Melakukan Perjalanan Jauh agar Dapat Keringanan Tidak Berpuasa
Berikut syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi jika seseorang musafir melakukan perjalanan jauh yang mendapatkan keringanan tidak berpuasa.
“Jika melakukan perjalanan yang nanti di sananya berpotensi melakukan maksiat, maka tidak boleh (tidak berpuasa),” terangnya.
Kemudian, Ustaz Tajul Muluk menyebutkan contoh-contoh kemaksiatan yang dimaksud.
“Misal mencuri, korupsi, melakukan kesepakatan-kesepakatan yang korup, juga tidak boleh mengambil jatah dispensasi tidak puasa,” sebutnya.
Baca juga: Apakah Mimpi Basah di Siang Hari saat Ramadhan Dapat Membatalkan Puasa? Berikut Penjelasannya
Baca juga: Maruf Amin Ajak Masyarakat Ibadah Ramadhan di Rumah Saja: Tarawih Itu Sunah, Menjaga Diri Itu Wajib
Pilihan bagi seorang musafir
Selanjutnya, Ustaz Tajul Muluk mengatakan, ada dua pilihan bagi seseorang yang sedang melakukan perjalanan jauh.
Orang tersebut diperkenankan memilih untuk melanjutkan berpuasa atau berbuka saat perjalanan.
Menurutnya, jika ia berpuasa dalam perjalanan dan dalam perjalanan itu ia merasa puasa tidak memberatkan baginya, maka ia dianjurkan untuk tetap berpuasa.
“Kalau dia melanjutkan puasa dan tidak mengalami kesulitan, misal ke Jakarta, ke daerah lain, yang kalau diukur dengan jarak itu bisa 100, 200, bahkan 500 kilometer, tapi menempuhnya dengan alat transportasi yang nyaman, nah ini lebih utama dia tetap melanjutkan puasanya,” terangnya.
Sebaliknya, ia dalam perjalanan ia merasa puasa tersebut memberatkannya, maka ia dianjurkan untuk berbuka.
“Kalau perjalananan itu menyiksa atau memberatkan dia, maka dia boleh berbuka,” lanjutnya.
Video selengkapnya:
(TribunTernate.com/Qonitah)