Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Menkes Budi Gunadi Buka Suara Soal Vaksin Nusantara: Jangan Debat di Tataran Politik dan Media

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi meminta perdebatan soal Vaksin Nusantara berjalan secara ilmiah dan tidak politis.

ist
Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin saat jumpa pers dengan media asing di Kantor Presiden, Rabu (2/9/2020). Budi Gunadi Sadikin dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Kesehatan, Rabu (23/12/2020). 

Sebelumnya Vaksin Nusantara Covid-19 yang digagas Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memicu pro kontra di kalangan masyarakat.

Sebagian pejabat Anggota DPR RI dan tokoh nasional diketahui telah mendukung penelitian terkait vaksin tersebut dengan menjadi relawan.

Sebanyak sekira 40 anggota DPR RI lintas fraksi menjalani proses pengambilan darah yang merupakan rangkaian dari proses vaksinasi vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta pada Rabu (14/4/2021) lalu.

Di sisi lain, BPOM memberikan penilaian bahwa penelitian terkait Vaksin Nusantara tidak masuk kategori riset ilmiah sesuai standard internasional.

Penilaian BPOM tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah kalangan di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Vaksin Nusantara Jadi Polemik, Ini Bedanya dengan Vaksin Merah Putih

Lantas, apa bedanya vaksin merah putih dan vaksin nusantara?

Berikut hal-hal yang perlu diketahui dalam pengembangan vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara yang dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber :

- Metode dan Teknologi Vaksin Merah Putih dari 6 Kandidat 

Vaksin Merah Putih merupakan vaksin yang bukan merujuk hanya satu vaksin saja, melainkan sekelompok kandidat vaksin yang dikembangkan dari berbagai lembaga.

Saat ini vaksin Merah Putih dikembangkan oleh enam lembaga dalam negeri, yakni LBM Eijkman, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.

Enam lembaga tersebut mengembangkan vaksin Covid-19 dengan metode yang berbeda.

Eijkman mengembangkan dengan platform protein rekombinan. UI dengan platform DNA, MRNA, dan virus-like particle.

Kemudian Universitas Airlangga adenovirus, ITB juga adenovirus, Universitas Gajah Mada menggunakan protein rekombinan, serta LIPI juga dengan protein rekombinan.

- Vaksin Nusantara Berbasis Sel Dendritik

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved