Breaking News:

Pernyataan Jenderal Andika Perkasa Terbukti, Anak Penjual Teri Lulus Jadi Prajurit TNI Tanpa Biaya

Pernyataan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa terbukti, anak penjual teri di Aceh Barat Daya (Abdya) sukses masuk TNI AD tanpa biaya sepeser pun.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa saat menggelar konferensi pers di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Seorang pemuda anak penjual teri di Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya), sukses masuk TNI AD tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Pemuda tersebut bernama Khusnul Khatam, anak dari pasangan Taufik (60) dan Cut Kasihan (52).

Laki-laki berusia 20 tahun itu menjadi salah satu dari 320 prajurit TNI yang berhasil lulus menjadi prajurit TNI AD.

Hal ini menjadi bukti dari pernyataan tegas Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa terkait pelaksanaan seleksi penerimaan calon prajurit TNI AD yang tidak dipungut biaya alias gratis.

Khusnul dan tiga orang rekan lainnya dari Abdya kini telah menjalani pendidikan prajurit Tamtama TNI AD gelombang pertama di Rindam Iskandar Muda Banda Aceh.

Ada 1.628 peserta yang mendaftar menjadi prajurit Tamtama TNI AD pada gelombang pertama tahun 2021.

Keberhasilan Khusnul dan rekannya ini lantas menjadi inspirasi bagi generasi muda di wilayahnya, lantaran keempatnya itu berlatar belakang dari keluarga sederhana. 

Mereka berhasil menepis paradigma bahwa untuk menjadi prajurit TNI itu membutuhkan banyak uang dan hanya bisa diikuti oleh kalangan keluarga mampu.

Baca juga: IPW: Sikap KSAD Jenderal Andika Perkasa Dibutuhkan untuk Redakan Kontroversi Vaksin Nusantara

Baca juga: Buat Warganet Terpesona, Ini Potret Tampan Ponakan KSAD Andika Perkasa Sekaligus Cucu Eks Kepala BIN

Khusnul Khatam (20), anak dari pasangan Taufik (60), dan Cut Kasihan (52), warga Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Abdya yang lulus sebagai prajurit TNI-AD.
Khusnul Khatam (20), anak dari pasangan Taufik (60), dan Cut Kasihan (52), warga Desa Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Abdya yang lulus sebagai prajurit TNI-AD. (Dokumen Humas Kodim Abdya)

"Alhamdulillah dan saya sangat bersyukur. Macam mana kita bilang ya, rasanya tidak mungkin. Kita ini kan orang tepi laut, orang bodoh, orang tidak mampu, tidak mungkin jadi," ungkap orangtua Khusnul, Taufik, seperti dikutip dari Serambi News.

Awalnya, kata Taufik, cita-cita dan impian anaknya untuk menjadi TNI, sangatlah mustahil bisa tercapai.

Halaman
1234
Editor: Ronna Qurrata Ayun
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved