Sudah Menabung Selama 11 Tahun, Seorang Guru Gagal Berangkat Haji ke Tanah Suci hingga 2 Kali
Seorang guru bernama Heni Sundari, seorang calon jamaah haji yang gagal berangkat tahun ini, mengaku sudah menabung selama 11 tahun. Berikut kisahnya.
TRIBUNTERNATE.COM - Pemerintah Indonesia telah memastikan tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia tahun 1442 H/2021 M.
Hal ini karena, menurut pemerintah, di tengah pandemi Coronavirus Disease-19 (Covid-19) yang melanda dunia, kesehatan, dan keselamatan jiwa jamaah lebih utama dan harus dikedepankan.
Heni Sundari (59), seorang wanita yang berprofesi sebagai guru adalah salah satu calon jamaah haji yang gagal berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Wanita yang bertempat tinggal di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur tersebut mengaku sudah 2 kali gagal berangkat haji karena pandemi Covid-19.
"Kalau sesuai kuota berangkatnya tahun 2020, Ada pembatalan dikarenakan ada pandemi Covid itu, katanya 2021, ternyata batal lagi,” ungkap Heni seperti dikutip dari pernyataannya yang disiarkan di kanal Youtube KompasTV Minggu (6/6/2021).
Padahal, menurut Heni, dirinya sudah menabung selama kurang lebih 11 tahun untuk melunasi ongkos naik haji sebesar 37 juta rupiah.
Bagi Heni, hal ini membuatnya sedikit kecewa.
Baca juga: Pemberangkatan Haji 2021 Dibatalkan, Hidayat Nur Wahid Minta Joko Widodo Melobi Raja Arab Saudi
Bahkan, ia mengaku sempat stress karena sangat ingin segera berangkat haji mengingat usianya yang sudah tak muda lagi.
“Ya sedikit kecewa, tapi apa lagi ya, sempat kayak stress, karena saking inginnya, yang kita kejar kan usia mumpung saya masih belum pensiun,” lanjut Heni.
Berbagai persyaratan administrasi juga telah dilengkapi oleh Heni, termasuk vaksinasi covid-19.
Selain persyaratan administrasi, seluruh jemaah calon haji di Jember Jawa Timur telah mengikuti serangkaian persiapan lainnya, diantaranya latihan manasik haji.
Baca juga: Menteri Agama RI Sebut Pemerintah akan Umumkan Kepastian Haji pada Kamis Hari Ini
Melalui Kantor Urusan Agama tiap kecamatan, sosialisasi pembatalan keberangkatan haji tahun 2021 disampaikan kepada jemaah calon haji.
Hal ini disampaikan oleh salah satunya, Choirul Anwar, Kepala KUA Kecamatan Ajung Jember.
“Sudah kita share lewat grup WA calon jemaah haji, jadi semua calon jemaah haji sudah memahami,” kata Choirul.
Menurutnya, calon jamaah haji memberikan berbagai macam reaksi seperti kecewa berat hingga pasrah.