Breaking News:

Dirut RS Ummi Divonis 1 Tahun Penjara atas Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, Ini Hal yang Meringankan

Direktur Utama RS Ummi Bogor, Andi Tatat, divonis satu tahun penjara terkait kasus tes swab yang menjerat Rizieq Shihab di rumah sakit tersebut.

KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD
Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Ummi Bogor, Andi Tatat, divonis penjara satu tahun penjara terkait kasus tes usap yang menjerat Rizieq Shihab di RS tersebut. Vonis dibacakan majelis hakim di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Direktur Utama RS Ummi Bogor, Andi Tatat, divonis satu tahun penjara terkait kasus tes swab yang menjerat Rizieq Shihab di rumah sakit tersebut.

Vonis dibacakan majelis hakim di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021).

Dalam putusannya Ketua Majelis Hakim Khadwanto menyatakan Andi Tatat terbukti bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan penyiaran berita bohong dan timbulkan keonaran. 

"Terdakwa telah secara sah dan dengan sengaja menimbulkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana dalam dakwaan alternatif primer," kata Hakim Khadwanto dalam sidang putusan.

Tak hanya itu, Andi Tatat juga dinyatakan terbukti bersalah dan secara sah melanggar Pasal 14 Ayat (1) subsider Pasal 14 Ayat (2) lebih subsider Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan primer.

Atas dasar itu, Hakim menjatuhkan vonisnya kepada Direktur Utama RS UMMI itu dengan hukuman 1 tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa, oleh karena itu dengan pidana penjara selama .1 tahun," ucap Khadwanto seraya memutuskan sidang.

Baca juga: Menantu Rizieq Shihab Divonis 1 Tahun Penjara dalam Kasus Tes Swab RS Ummi Bogor

Baca juga: Tak Terima Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab Bakal Ajukan Banding: Saya Menolak Putusan Hakim

Diketahui hukuman ini lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Di mana dalam tuntutannya, jaksa menuntut Andi Tatat dengan hukuman pidana kurungan 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan sementara.

Adapun dalam hal yang memberatkan terdakwa dalam perkara ini, karena perbuatan Andi Tatat dalam perkara ini telah terbukti membuat keresahan di masyarakat.

Sedangkan yang meringankan hakim dalam menjatuhkan vonisnya kepada Andi Tatat yakni karena yang bersangkutan merupakan dokter, dan dedikasinya masih dibutuhkan dalam masa pandemi ini.

"Terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa merupakan tanggungan keluarga, dan terdakwa merupakan seorang dokter yang masih dibutuhkan di masa Covid-19 ini," imbuh hakim seraya menutup persidangan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Swab Test Palsu, Direktur Utama RS UMMI Divonis 1 Tahun Penjara

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved