Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Merasakan Gejala Covid-19, Kapan Seseorang Perlu ke Dokter untuk Mencari Pertolongan Medis?

Jika seseorang merasakan gejala Covid-19, ikuti panduan yang diberikan oleh Satgas Covid-19 melalui laman website covid-19.go.id berikut ini.

freepik
Ilustrasi Covid-19 - Jika seseorang merasakan gejala Covid-19, ikuti panduan yang diberikan oleh Satgas Covid-19 melalui laman website covid-19.go.id berikut ini. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kasus Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami peningkatan.

Terlebih dengan masuknya varian Delta yang dinyatakan lebih cepat menular.

Bahkan pada Rabu (23/6/2021), tercatat ada tambahan 15.308 kasus baru infeksi Covid-19 dalam 24 jam terakhir, yang merupakan penambahan terbanyak selama pandemi.

Seiring penyebaran yang semakin meluas, masyarakat perlu mengetahui seperti apa gejala Covid-19 dan kapan harus ke dokter untuk mencari pertolongan medis.

Lantas, kapan orang yang merasakan gejala Covid-19 perlu ke dokter?

Dikutip dari laman covid-19.go.id, jika seseorang merasakan dirinya mengalami gejala Covid-19 yang ringan, seperti batuk ringan atau demam ringan, secara umum tidak perlu mencari pertolongan medis.

Tetap di rumah, isolasi diri, dan pantau gejala Anda.

Ikuti panduan nasional tentang isolasi mandiri seperti selalu mengenakan masker di rumah, gunakan kamar terpisah, cuci tangan sesering mungkin, makan-makanan yang bergizi, dan minum vitamin.

Namun, jika tinggal di daerah dengan malaria atau demam berdarah, Anda tidak boleh mengabaikan gejala demam.

Seseorang yang merasakan gejala demam namun tinggal di area di mana terdapat banyak kasus malaria dan demam berdarah, perlu segera cari pertolongan medis.

Pergilah ke fasilitas kesehatan terdekat dengan mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan.

Pastikan untuk jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, dan jangan menyentuh permukaan benda dengan tangan Anda.

Kemudian, seseorang perlu segera cari perawatan medis jika mengalami gejala seperti kesulitan bernapas atau nyeri/tekanan di dada.

Jika memungkinkan, hubungi penyedia fasilitas kesehatan terlebih dahulu, sehingga Anda dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan yang tepat.

Jika yang merasakan gejala ringan maupun berat tersebut adalah anak-anak, bantu anak untuk mematuhi panduan ini.

Baca juga: Indro Warkop Umumkan Dirinya Terpapar Covid-19: Saya Sudah Patuh Protokol Kesehatan, Masih Bisa Kena

Baca juga: Ada 211 Kasus Varian Baru Virus Corona di Indonesia, 160 Kasus Varian Delta Tersebar di 9 Daerah

Gejala Covid-19 Varian Delta dan Perbedaannya dengan Varian Lain

Varian Delta Covid-19 disebut menghasilkan gejala yang berbeda dari varian yang sebelumnya, termasuk varian Alpha yang pertama kali ditemukan di Inggris.

Dilansir Mirror, Studi Gejala Covid ZOE baru-baru ini mengonfirmasi, gejala varian Delta yang dominan saat ini lebih mirip flu, yaitu:

- sakit kepala,

- sakit tenggorokan,

- pilek, dan

- demam.

Gejala-gejala ini berbeda dengan varian Covid-19 sebelumnya.

Ilustrasi flu dan pilek
Ilustrasi flu dan pilek (Freepik)

Dikutip dari Tribunnews.com, selama pandemi, gejala utama Covid biasanya meliputi batuk kering terus-menerus, demam, dan kehilangan indera perasa dan penciuman.

Namun, varian Delta tampaknya 'bertindak berbeda' dan menghasilkan gejala yang berbeda pada orang yang terinfeksi.

Varian yang pertama kali diidentifikasi di India ini, juga cenderung menginfeksi orang yang lebih muda yang belum divaksin.

Tim Spector, profesor epidemiologi genetik di King's College London, dan seorang peneliti dengan studi ZOE mengatakan dalam briefing YouTube:

"Gejala nomor satu adalah sakit kepala, kemudian diikuti oleh sakit tenggorokan, pilek, dan demam."

Dia menjelaskan bahwa pada orang yang lebih muda, varian Delta lebih terasa seperti pilek.

Hilangnya penciuman dan rasa tidak lagi sebagai gejala umum menurut penelitian, begitu pula dengan batuk.

Namun demam masih mungkin terjadi.

Baca juga: Ini Daftar Orang yang Tidak Boleh Diberi Vaksin Covid-19, Ada 9 Kriteria, Siapa Saja?

Baca juga: Mengenal Virus Corona Varian Delta dan Gejalanya, Lebih Menular dan Miliki Risiko Lebih Parah

Ada kekhawatiran yang berkembang, karena perubahan gejala dan kemiripan dengan flu biasa, orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka terpapar Covid.

CDC di Amerika bahkan telah memperbarui daftar gejala mereka.

Studi ZOE adalah aplikasi yang mengumpulkan data langsung dan berkelanjutan dari empat juta pengguna di seluruh dunia, yang kemudian dianalisis oleh King's College London.

Analisis data telah menunjukkan bagaimana virus varian Delta "berperilaku berbeda" dengan varian sebelumnya.

Dr Abdul Ghafur, seorang dokter penyakit menular di India, mengatakan kepada Bloomberg bahwa dia melihat lebih banyak pasien Covid-19 dengan diare.

Varian Delta 60% lebih mudah menular daripada strain dominan sebelumnya, termasuk varian Kent (Alpha).

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan, varian Delta telah terdeteksi di lebih dari 80 negara.

Meskipun demikian, dua dosis vaksin masih efektif melawan varian baru.

(TribunTernate.com/Qonitah) (Tribunnews.com, Tiara Shelavie/Shella Latifa)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved