Jumat, 1 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kasus Covid-19 Melonjak, Bagaimana Cara Terbaik untuk Terhindar dari Virus Corona?

Berikut beberapa langkah terbaik yang dapat dilakukan untuk  mengurangi risiko terinfeksi atau risiko terpapar virus corona.

Tayang:
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi masker - Berikut beberapa langkah terbaik yang dapat dilakukan untuk  mengurangi risiko terinfeksi atau risiko terpapar virus corona. 

TRIBUNTERNATE.COM - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan BNPB Indonesia mengumumkan pada Kamis (24/6/2021), tercatat ada tambahan 20.574 kasus baru infeksi Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Adanya penambahan sejumlah 20.574 kasus baru tersebut, membuat Indonesia kembali memecahkan rekor penambahan kasus Covid-19 harian.

Dengan melonjaknya pernyebaran virus corona, ditambah dengan masuknya varian Delta, masyakarat perlu mengetahui langkah untuk melindungi diri dari paparan virus corona.

Berikut TribunTernate.com rangkumkan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk  mengurangi risiko terinfeksi atau risiko terpapar virus corona dilansir dari covid-go.id:

1. Perbanyak mencuci tangan

Seringlah mencuci tangan Anda dengan air bersih mengalir dan sabun, atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol.

Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol dapat membunuh virus di tangan Anda.

2. Jaga jarak

Jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang lain.

Ketika seseorang batuk, bersin, atau bicara, orang tersebut mengeluarkan percikan dari hidung atau mulutnya dan percikan ini dapat membawa virus.

Jika Anda terlalu dekat, Anda dapat menghirup percikan ini dan juga virus COVID-19 jika orang tersebut terinfeksi penyakit ini.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Kemenperin Jamin Pasokan Tabung Gas Oksigen Cukup

Baca juga: ECDC: Virus Corona Varian Delta Bisa Mencapai 90 Persen Kasus Covid-19 Baru di Uni Eropa

3. Jangan pergi ke tempat ramai

Hindari pergi ke tempat-tempat ramai.

Ketika orang-orang berkumpul bersama dalam kerumunan, Anda memiliki kemungkinan untuk melakukan kontak erat dengan orang yang terinfeksi COVID-19 dan lebih sulit untuk menjaga jarak fisik minimal 1 meter.

4. Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan

Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.

Tangan menyentuh berbagai permukaan benda dan virus penyakit ini dapat tertempel di tangan.

Tangan yang terkontaminasi dapat membawa virus ini ke mata, hidung, atau mulut, yang dapat menjadi titik masuk virus ini ke tubuh dan dapat membuat Anda menjadi sakit.

5. Terapkan etika batuk dan bersin

Pastikan Anda dan orang-orang di sekitar Anda menjalankan etika batuk dan bersin dengan cara menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat.

Bisa juga dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu saat batuk atau bersin, kemudian segera buang tisu bekas tersebut.

Hal ini penting karena percikan atau droplets dapat menyebarkan virus.

Dengan mengikuti etika batuk dan bersin, Anda melindungi orang-orang di sekitar dari virus-virus seperti batuk pilek, flu, hingga Covid-19.

6. Di rumah saja

Tetaplah tinggal di rumah dan lakukan isolasi mandiri meskipun hanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit kepala, dan demam ringan sampai Anda sembuh.

Selain itu, jika tidak memiliki kepentingan yang mendesak, sebisa mungkin hindari pergi keluar rumah.

7. Selalu menggunakan masker

Jika Anda harus meninggalkan rumah, kenakan masker untuk menghindari penularan ke orang lain.

Menghindari kontak dengan orang lain akan melindungi mereka dari kemungkinan penularan COVID-19 dan virus lainnya.

Jika Anda mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas, segeralah cari pertolongan medis dan tetap memberitahukan kondisi Anda terlebih dahulu.

Ikuti arahan dinas kesehatan setempat Anda.

Dengan memberitahukan kondisi Anda terlebih dahulu, petugas kesehatan yang akan merawat Anda dapat segera mengarahkan Anda ke fasilitas pelayanan kesehatan yang tepat. Langkah ini juga melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Lakukan Tes Swab Covid-19 dan Mengulang Tes Jika Hasilnya Sudah Negatif?

Baca juga: Kisah Petugas TPU Pedurenan Bekasi: Gali Kubur dengan Alat Berat karena Jenazah Covid-19 Meningkat

Indonesia Kembali Buat Rekor Kasus Harian Tertinggi 

Angka kasus infeksi virus corona di Indonesia masih terus mengalami peningkatan.

Di Indonesia sendiri, kasus infeksi Covid-19 yang pertama diumumkan pada 2 Maret 2020 lalu.

Kini, pandemi Covid-19 di Indonesia telah berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Berdasarkan data yang disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan BNPB Indonesia pada Kamis (24/6/2021), tercatat ada tambahan 20.574 kasus baru infeksi Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Angka kasus infeksi harian ini mengalahkan tiga rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat pada Senin (21/6/2021) lalu yakni 14.536 kasus, Rabu (23/6/2021) sebesar 15.308 kasus, dan pada 30 Januari 2021 lalu, yakni 14.518 kasus.

Dengan penambahan tersebut, maka total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia per hari ini tercatat sebanyak 2.053.995.

Update data kasus infeksi Covid-19 di Indonesia bisa diakses publik melalui situs covid19.go.id dan Twitter @BNPB_Indonesia.

Ilustrasi Virus.
Ilustrasi Virus. (Kompas.com)

Kasus Kematian dan Pasien yang Dinyatakan Sembuh

Dalam kasus Covid-19 di Tanah Air, terdapat pula tambahan jumlah kasus kematian maupun jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh.

Untuk periode 23-24 Juni 2021, tercatat ada 355 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Sehingga, total kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 55.949 atau 2,7 persen dari total kasus terkonfirmasi.

Sementara, jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Indonesia juga bertambah.

Tercatat, ada penambahan 9.201 pasien Covid-19 yang telah sembuh selama 24 jam terakhir.

Sehingga, jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh adalah 1.826.504 orang, dengan persentase 88,9 persen dari jumlah kasus terkonfirmasi.

Jika diakumulasikan, jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini tercatat sebanyak 171.542 kasus atau 8,4 persen dari yang terkonfirmasi.

Selain itu, data dari Pemerintah RI juga menunjukkan ada 126.696 orang yang berstatus suspek.

(TribunTernate.com/Qonitah/Rizki A. Tiara)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved