Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Pakar: Meski Mutasi Bersifat Alamiah, Mutasi Virus Corona Bisa Berisiko Turunkan Efektivitas Vaksin

Menurut Tonang, semakin banyak virus penyebab Covid-19 bermutasi, hal ini dapat berisiko menurunkan efektivitas vaksin.

Kompas.com
Ilustrasi Virus Corona. Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia dan negara-negara lain di dunia juga dibarengi dengan adanya mutasi yang menimbulkan varian baru virus corona. 

TRIBUNTERNATE.COM - Angka kasus infeksi virus corona penyebab penyakit Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan.

Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia dan negara-negara lain di dunia juga dibarengi dengan adanya mutasi yang menimbulkan varian baru virus corona.

Mutasi virus corona pun mendapat sorotan dari para pakar, termasuk Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dr Tonang Dwi Ardyanto.

Menurut Tonang, semakin banyak virus penyebab Covid-19 bermutasi, hal ini dapat berisiko menurunkan efektivitas vaksin.

Meski demikian, Tonang menyebut vaksinasi yang ada saat ini masih mampu untuk menahan tingkat penyebaran Covid-19.

Hal itu dikarenakan saat ini sekitar 97 persen virus Covid-19 yang ada adalah virus yang dari Wuhan, China atau virus corona B614G.

Sementara virus corona yang bermutasi, seperti Delta dan lainnya, memiliki proporsi yang sedikit.

"Artinya kalau kita bisa menahan, vaksinasi kita pun masih baik untuk jelas menahan virus (corona) B614G, kita masih punya proteksi."

"Namun semakin banyak mutasi, berisiko menurunkan efektivitas vaksin, tapi tidak sampai bener-bener hilang, hanya turun," jelas Tonang dalam program Overview Tribunnews.com, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: ECDC: Virus Corona Varian Delta Bisa Mencapai 90 Persen Kasus Covid-19 Baru di Uni Eropa

Baca juga: Apakah Virus Corona Varian Delta Bisa Menular hanya dengan Berpapasan? Ini Penjelasan Pakar

Baca juga: Mengenal Virus Corona Varian Delta dan Gejalanya, Lebih Menular dan Miliki Risiko Lebih Parah

Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto
Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto (Tribunnews.com)

Untuk menghadapi mutasi virus corona, lanjut Tonang, mencegah penularan menjadi hal utama yang harus dilakukan.

"Kita berharap minimal menahan yang banyak, saat ini tidak punya pilihan lain selain menahan supaya tidak masuk dalam saluran napas kita," ungkap Tonang.

Tonang menyebut, hingga saat ini varian virus corona menular dengan cara yang sama. 

"Sampai saat ini, cara penularannya (varian virus corona) belum berubah, tetap melalui mulut, hidung, dan mata," ungkapnya.

Mengapa Virus Bermutasi?

Dalam kesempatan itu Tonang juga menjelaskan mutasi sebuah virus merupakan hal yang alami.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved