Sabtu, 25 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kabar Artis

Kondisi Jane Shalimar Dikabarkan Kembali Kritis dan Mengalami Pneumonia Berat Spesifik Covid-19

Dr GD mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Jane Shalimar mengalami Pneumonia berat spesifik Covid-19 akut high risk.

TRIBUNNEWS.COM/BAYU INDRA PERMANA
Jane Shalimar saat ditemui di kawasan Jl. Kapten Tendean Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019). Jane Shalimar dikabarkan mengalami Pneumonia berat spesifik Covid-19 akut high risk. 

TRIBUNTERNATE.COM - Artis Jane Shalimar dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 sejak Kamis, 24 Juni 2021 lalu.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Jane Shalimar kembali kritis karena penyakit yang diidapnya.

Sebelumnya, kondisi Jane Shalimar sempat membaik dan sudah sadarkan diri.

Jane juga sudah mendapatkan ruangan di IGD RS JMC Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (29/6/2021).

Kabar Jane Shalimar kembali kritis diumumkan oleh pihak Badan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat DPP Partai Demokrat, Dr GD lewat pesan berantainya.

"Informasi terakhir Jane mengalami kritis lagi," demikian isi pesan berantai dari Dr GD, yang diterima awak media, Rabu (30/6/2021) dini hari.

JAne Shalimar beri klarifikasi terkait dirinya lepas hijab.
Jane Shalimar Dikabarkan Kembali Kritis, Pakai Ventilator, Idap Pnemonia Berat Spesifik Covid-19 (YouTube KH Infotainment)

Baca juga: Ceritakan Rumah Masa Kecilnya di Pinggir Sungai, Melly Goeslaw: Kadang Ada Ular Gede Banget

Baca juga: Singapura Siap Berdamai dengan Covid-19, Bagaimana dengan Indonesia? Ini Tanggapan Dokter Tirta

Dr GD mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, wanita berusia 41 tahun itu mengalami Pneumonia berat spesifik Covid-19 akut high risk.

Kondisi Jane Shalimar diketahui dari hasil laboratorium dan diagnostik Thorax Foto.

"Jadi ada perluasan awan dan infiltrat (kabut putih) di kedua paru-parunya Jane Shalimar," ucapnya.

Dr GD menambahkan, pada Selasa petang, mantan istri Didi Mahardhika itu menjalani tindakan berupa peningkatan konsentrasi oksigen dalam Non- Rebreathing Mask (NRM), 15 liter per menit.

Akan tetapi, Oxy yang dimasukan tidak mampu naik, sehingga Jane harus menerima tindakan lain.

"Tindakan akhir adalah pemasangan ventilator, sebelumnya akan di intubasi agar pasien knock down dalam kondisi sedasi," ungkapnya.

Dr GD pun meminta masyarakat untuk mendoakan Jane Shalimar agar bisa bangkit dan sembuh atas penyakit yang dideritanya saat ini.

"Kiranya JS (Jane Shalimar) dapat melewati masa kritis ini dan Tuhan memampukan kekuatan untuk nya, Amin," ujar Dr GD.

Tak Sadarkan Diri

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved