Video Penembakan Pimpinan Ponpes di Malang Terbukti Hoaks, Simak 5 Faktanya
Sebuah video penembakan seorang pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Malang, Jawa Timur beredar pada awal bulan Maret 2021 lalu.
TRIBUNTERNATE.COM - Sebuah video penembakan seorang pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Malang, Jawa Timur beredar pada awal bulan Maret 2021 lalu.
Video tersebut pun beredar di media sosial dan sempat menghebohkan masyarakat.
Dalam video, korban penembakan disebut-sebut Gus Idris, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Thoriqul Jannah Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Namun belakangan terungkap fakta bahwa video penembakan itu hanyalah rekayasa.
Kini, Gus Idris sudah ditetapkan sebagai tersangka lantaran telah menyebarkan berita bohong atau hoaks.
Bagaimana perjalanan kasus ini? Berikut Tribunnews.com sajikan fakta-faktanya rangkum dari Suryamalang.com:
1. Awal kasus
Video rekayasa penembakan ulama diketahui pertama disebar oleh channel YouTube milik Gus Idris.
Di awal video, Gus Idris berjalan menuju mobil terkena dugaan tembakan hingga terkapar.
Video yang diunggah berdurasi 4 menit 14 detik.
Saat berjalan hingga durasi 56 detik terdengar suara dentuman peluru layak suara tembakan.
Kemudian Gus Idris tiba-tiba terkapar dengan mengalami luka di bagian dada kanan.
Beberapa santri dan anaknya langsung membawa Gus Idris menuju ke mobil untuk dievakuasi ke rumah sakit.
2. Hanya rekayasa
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar ketika dikonfirmasi pada Jumat (5/3/2021), membeberkan trik di balik video itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/video-pimp-ponpes.jpg)