Sabtu, 25 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

95% Kasus Covid-19 Indonesia Didominasi Varian Delta, 5 Info Penting Ini Perlu Diketahui

Hanya dalam waktu tiga minggu, kasus Covid-19 Indonesia tambah 843.724 kasus, varian Delta jadi penyebab utama.

Istimewa via Tribunnews.com
ILUSTRASI virus corona atau Covid-19. Salah satu faktor yang berkontribusi pada melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia ini adalah virus corona varian Delta. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami lonjakan yang tinggi selama tiga minggu terakhir.

Dalam waktu 20 hari saja, yakni dari 4 Juli 2021 hingga 24 Juli 2021, terdapat 843.724 penambahan kasus Covid-19.

Padahal sebelumnya, dalam waktu 23 hari, yakni dari 11 Juni 2021 hingga 4 Juli 2021, penambahan kasus Covid-19 berada di angka 390.059.

Dengan demikian, lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia naik dua kali lipat hanya dalam waktu tiga minggu.

Salah satu faktor yang berkontribusi pada melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia ini adalah virus corona varian Delta.

Varian Delta memiliki tingkat penyebaran yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan varian pertama virus penyebab Covid-19.

Baca juga: Positif Covid-19, Penarik Becak di Yogyakarta Meninggal Seorang Diri di Atas Becak Tanpa Pengobatan

Baca juga: Penelitian: Dua Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer atau AstraZeneca Terbukti Efektif Lawan Varian Delta

Dikutip dari laman Covid19.go.id, berikut 5 info penting tentang varian Delta yang jadi penyebab melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia:

1. Kasus Covid-19 Indonesia didominasi varian Delta

Dalam tiga minggu terakhir, 95 persen dari kasus Covid-19 yang tercatat adalah varian Delta.

"Jika dilihat dari data GISAID, selama tiga minggu terakhir lebih dari 95 persen merupakan varian Delta dan sisanya adalah varian Alpha dan varian lokal Indonesia," tutur Sugiono Saputra, Ketua Tim WGS SARS-CoV-2 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

2. Varian Delta 50 persen lebih menular

Menurut Covid19.go.id, varian Delta 50 persen lebih menular daripada varian Alpha.

Padahal, varian Alpha sendiri sudah 50 persen lebih menular daripada virus Sars-CoV-2 yang pertama kali ditemukan.

Satu orang yang terinfeksi Covid-19 dari strain pertama rata-rata menulari atau menginfeksi 2,5 orang.

Sementara, satu orang yang terinfeksi Covid-19 varian Delta rata-rata dapat menginfeksi 3,5 hingga 4 orang.

Ilustrasi Covid-19 varian Delta.
Ilustrasi Covid-19 varian Delta. (Kompas.com)

3. Meningkatkan risiko kematian

Sifat varian Delta yang cepat sekali menyebar bisa menyebabkan risiko kematian menjadi lebih tinggi.

Jika varian Delta menyebar dengan cepat maka jumlah kasus Covid-19 pun meningkat dengan cepat.

Sehingga kebutuhan perawatan di rumah sakit juga menjadi lebih tinggi.

Sementara, jika beban rumah fasilitas kesehatan meningkat, tetapi kapasitas tidak memadai, maka akan ada banyak orang yang tidak bisa mendapatkan perawatan.

Dengan begitu, risiko kematian menjadi lebih tinggi karena pasien Covid-19 tidak mendapatkan penanganan yang optimal.

4. Orang yang tidak vaksin berisiko tinggi

Sebuah riset awal yang dilakukan di Skotlandia menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan varian Alpha, varian Delta dua kali lebih mungkin menyebabkan seseorang yang belum divaksinasi harus dirawat inap.

Untuk itu, segeralah lakukan vaksinasi Covid-19 agar terhindar dari gejala berat dan risiko kematian jika suatu saat terkena Covid-19.

5. Langkah 3M ampuh lawan varian Delta

Penyebaran utama virus penyebab Covid-19 adalah melalui droplet atau percikan air liur.

Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabur di air mengalir (3M) masih ampuh untuk menghindarkan seseorang dari penularan Covid-19.

Untuk itu, masyarakat harus disiplin dan konsisten dalam menerapkan 3M.

Risiko bagi Seseorang yang Tidak Mau Divaksin Covid-19

Seruan untuk vaksinasi Covid-19 kembali digaungkan setelah virus corona varian Delta merebak di hampir seluruh dunia.

Data statistik menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen orang yang kini menjalani rawat inap di rumah sakit karena Covid-19 adalah orang-orang yang belum divaksinasi.

Seperti diketahui, vaksin akan melindungi tubuh kita dari Covid-19 serta menawarkan perlindungan terhadap varian Delta.

Mereka yang sudah menjalani vaksinasi juga akan mengalami gejala yang lebih ringan saat akhirnya tertular Covid-19.

Lantas, seberapa besar risiko yang akan Anda dapatkan jika tidak mau menjalani vaksin Covid-19?

Baca juga: Ada 5 Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia, Simak Daftar Efikasi dari Tiap-tiap Vaksin

Baca juga: Kemenkes RI Imbau Masyarakat untuk Tidak Gunakan Vaksin Dosis Pertama dan Kedua dengan Merek Berbeda

Dikutip dari laman WHO, vaksin Covid-19 mampu memberikan perlindungan terhadap virus corona.

Saat mendapat suntikan vaksin, tubuh akan mengalami pengembangan respons imun terhadap virus SARS-Cov-2.

Mengembangkan kekebalan melalui vaksinasi berarti mengurangi risiko pengembangan penyakit dan konsekuensinya.

Kekebalan ini akan membantu Anda melawan virus jika suatu saat terpapar.

Manfaat vaksin Covid-19 juga untuk mencegah virus corona menyebar dan bereplikasi, yang memungkinkannya bermutasi dan mungkin menjadi lebih kebal terhadap vaksin.

Dengan menjalani vaksinasi, Anda bisa melindungi orang-orang di sekitar Anda.

Pasalnya, Anda sudah terlindungi dari infeksi dan penyakit, juga cenderung tidak menulari orang lain.

Vaksinasi sangat penting untuk melindungi orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat Covid-19, seperti tenaga kesehatan (nakes), orang lanjut usia (lansia), dan orang dengan komorbid.

Dengan demikian, jika Anda tidak melakukan atau tidak mau melakukan vaksinasi Covid-19, Anda berisiko menularkan Covid-19 pada orang lain.

Bahkan, Anda bisa menularkan Covid-19 dengan varian yang lebih kuat dan berbahaya dalam beberapa bulan ke depan.

(TribunTernate.com/Ron)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved