Kabar Artis
Sebut Covid-19 Serang Mental, Hanung Bramantyo Minta Tenaga Ahli juga Fokus pada Kesehatan Mental
Hanung Bramantyo ungkap kondisi mentalnya yang cukup terguncang pada saat ia terinfeksi Covid-19, sempat menangis karena merasa terbuang.
TRIBUNTERNATE.COM - Sutradara Hanung Bramantyo ungkap kondisi mentalnya yang cukup terguncang pada saat dirinya terinfeksi Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri.
Menurut bapak enam anak ini, kesehatan mental pasien Covid-19 mestinya jadi satu hal penting yang wajib diperhatikan oleh tenaga ahli, selain kesehatan fisik.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh rekan-rekannya yang lain yang juga pernah terkena Covid-19, yakni Teuku Wisnu dan Vino G Bastian.
"Baru-baru ini kan aku mengalami post covid ya namanya, post covid itu 'perasaan terbuang', dan ternyata Vino juga ngerasain hal yang sama," ungkap Hanung, dikutip dari kanal YouTube The Sungkars Family, Kamis (29/7/2021).
"Aku merasakan, aku merasakan, iya merasakan juga," sahut Teuku Wisnu yang juga penyintas Covid-19.
Bahkan, istri Hanung, Zaskia Adya Mecca mengungkapkan bahwa suaminya sampai menangis saat merasa terbuang karena terinfeksi Covid-19.
"Sampai telfonan (dengan Vino) dia, ini sampai nangis lho tiba-tiba, aku habis salat sunah Subuh keluar, dia lagi di bawah selimut, di dalam selimut lagi (menangis), 'haa.. kenapa?' gitu," kata Zaskia.
Hanung pun lantas menceritakan masa-masa sulit di mana ia harus berjuang mengendalikan kesehatan mentalnya usai terserang Covid-19.
Baca juga: Menyusul Sang Anak, Hanung Bramantyo Positif Covid-19, Sarankan agar Tak Buru-buru Lakukan Tes Swab
Baca juga: Zaskia Adya Mecca Buat Video Spesial Ultah Hanung Bramantyo, Begini Sosok Abi di Mata Anak-anaknya
Menurut Hanung, perasaan dikucilkan itu bahkan sudah terasa sejak ia mengalami gejala dan belum dinyatakan positif Covid-19.
"Jadi memang ada perasaan terbuang, mungkin ini analisaku saja ya, jadi pada saat terdengar kabar covid, nggak, dari mulai sakit saja, dari mulai sakit sudah 'aduh, ini kena gue' gitu kan, itu pertama," ucapnya.
Pada saat dirinya dinyatakan positif, Hanung pun semakin merasa terkucilkan dan merasa bahwa dirinya penyakitan.
"Yang kedua, ketika ngelihat tesnya positif itu sudah langsung kita tuh kaya pasien lepra gitu, kaya pasien kusta. Jadi pokoknya diri ini langsung, 'oke, gue kena, oke' ya akhirnya gue langsung (merasa), 'gue berpenyakit, gue penyakitan'," tutur pria kelahiran Yogyakarta itu.
Perasaan terbuang itu pun semakin menjadi-jadi saat Hanung harus menjalani isolasi mandiri bersama sang anak.
Sebab, ia tak memiliki teman berbicara saat menjalani isoman sehingga merasa sendirian.
"Ya sudah masuk (isolasi mandiri), untung ada anakku gitu kan, tapi kan itu anak bukan teman bukan apa. Sementara, anakku kan bertiga dan umurnya hampir sama, deketan, dan ada temannya, maksudnya ada Syifa, Syifa itu kan bukan kakak, tapi kan bisa dibilang sahabat, teman, jadi seumur gitu, ada teman buat sharing."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/zaskia-adya-mecca-hanung-bramantyo.jpg)