Peluang Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024, Ini Tanggapan dari Para Tokoh Partai Politik
Arsul melihat, apabila duet tersebut benar-benar terjadi bukan tidak mungkin SBY dan Jusuf Kalla (JK) akan kembali maju bertarung lagi di Pilpres 2024
TRIBUNTERNATE.COM - Sinyal duet Joko Widodo (Jokowi) - Prabowo Subianto untuk Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 mendatang menguat.
Hal ini terjadi setelah digelarnya pertemuan para petinggi partai Gerindra dan PDI Perjuangan di Diponegoro, Jakarta Pusat.
Sinyal duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024 mendatang pun mendapat tanggapan dari sejumlah tokoh partai politik.
Kata PPP
Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani pun memberikan tanggapan mengenai probablitas Jokowi menggandeng Prabowo.
Arsul melihat, apabila duet tersebut benar-benar terjadi bukan tidak mungkin SBY dan Jusuf Kalla (JK) akan kembali maju bertarung lagi di Pilpres 2024.
Menurutnya kegaduhan juga bisa terjadi jika duet itu terwujud. Sebab perubahan amandemen UUD 1945 harus dilakukan terlebih dahulu.
"Ini merupakan spekulasi inkonstitusional. Kenapa? Karena Pak Jokowi sudah dua periode menjadi Presiden RI. Tentu jika nanti dicapreskan kembali berarti itu harus terlebih dahulu mengamandemen UUD 1945. Itu bukan pekerjaan mudah, karena akan menimbulkan kegaduhan yang luar biasa," kata Arsul, Rabu(25/8/2021).
"Apalagi nanti jika Pak SBY didorong maju jadi capres lagi, terus Pak JK juga didorong maju jadi cawapres lagi. Saya kira mayoritas warga bangsa ini tidak ingin itu terjadi, karena akan berpotensi menimbulkan perpecahan sosial, meski elit politiknya bisa sepakat," tambah Arsul.
Pertemuan tersebut, kata Arsul, jangan dispekulasikan sebagai persiapan Pemilu 2024.
Sebab sesungguhnya antar parpol, terutama yang berada di koalisi pemerintahan, memang sering bertemu atau berkomunikasi satu sama lain.
Hanya kemudian banyak yang dilakukan secara tertutup dan menghindari publikasi.
"Nah pertemuan PDIP dengan Gerindra itu bagian dari komunikasi intens dua parpol koalisi pemerintahan. Jadi jangan dispekulasikan sebagai persiapan Pemilu 2024. Biasanya malah yang mendominasi pembicaraan adalah bagaimana program-program pemerintahan bisa lebih didorong terutama terkait penanggulangan dampak pandemi Covid, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi," jelas Arsul.
Baca juga: Berhasil Ditangkap di Bali, Muhammad Kece Kini Jadi Tersangka dan Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara
Baca juga: Gibran Rakabuming Akui Perintahkan Hapus Coretan Orang Miskin Dilarang Sakit: Itu Kan Rumah Orang
Baca juga: Sempat Viral, Empat Mural di Sejumlah Kota Dihapus Petugas, termasuk Mural Jokowi 404: Not Found
Pendapat Mardani Ali Sera
Sementara, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menegaskan wacana duet JokPro sebagai ide yang tergolong berbahaya, karena menabrak konstitusi terkait masa jabatan presiden. Dia juga melihat wacana tersebut justru menutup kemungkinan adanya kontribusi tokoh-tokoh lain. Karenanya Mardani melihat peluang duet JokPro terwujud sangatlah kecil.