Selasa, 21 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Iwan, Korban Kebakaran Lapas Klas I Tangerang: Mengalami Luka Bakar 98 Persen dan Cedera Pernafasan

Kakak Iwan menyebut, adiknya itu merupakan korban selamat dari kebakaran Lapas Klas I Tangerang yang paling parah lukanya.

Tribunnews/Ilham Rian Pratama
Kondisi di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas I Tangerang, Banten yang terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kebakaran di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang terjadi pada Rabu (8/9/2021) dini hari lalu.

Data per Kamis (9/9/2021) menyebutkan, 44 orang tewas akibat peristiwa kebakaran yang menghanguskan area Blok C, Lapas Klas I Tangerang yang dihuni 122 warga binaan.

Sementara, 10 orang mengalami luka berat dan dirawat di RSUD Tangerang, sebagaimana diwartakan Tribunnews.com.

Salah satu korban kebakaran Lapas Klas I Tangerang yang berhasil selamat dari amukan api adalah Iwan Setiawan alias Wanted..

Pria berusia 27 tahun ini mengalami luka bakar 98 persen.

Ketika dikunjungi keluarga tercinta di rumah sakit, Iwan masih bisa merespon.

Dia memberikan dua jempol pada sang kakak, Ana.

Hal ini diceritakan Ana saat ditemui di kediamannya Jalan Tanjung Lengkong, Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2021).

Iwan yang Paling Parah

Ana menuturkan ketika ia tiba di RSUD Tangerang, dirinya bersama suami menemui petugas kepolisian dan dokter lebih dulu.

Setelah berkordinasi dengan mereka, akhirnya Ana mendapatkan penjelasan pasti terkait kondisi adiknya itu dari dokter yang menanganinya.

"Akhirnya bisa ketemu dokter dan diberitahu bahwa dari 8 yang paling parah itu Iwan," kata Ana kepada TribunJakarta.com, Kamis (9/9/2021).

"Adik saya itu mengalami luka bakar 98%, cedera pernapasan."

"Kemudian saya disuruh tanda tangan untuk pemasangan sejumlah alat bantu di tubuh Iwan, seperti ventilator," jelasnya.

Baca juga: 3 Fakta Taruna PIP Semarang Tewas Dianiaya Seniornya, Kronologi hingga Tanggapan Kemenhub RI

Baca juga: Fadjorel Rachman Tegaskan Reshuffle Kabinet adalah Hak Prerogatif Presiden

Kemudian dokter mengatakan bila hari ini, Iwan akan menjalani operasi pengangkatan luka bakar.

"Terus hari ini mau operasi pengangkatan luka bakar."

"Dijelasin resikonya juga. Tapi saya belum dapat kabar apa-apa hari ini," ucapnya.

Meski Mengalami 98% Luka Bakar, Ana Masih Tetap Mengenali Iwan

Ketika bertemu dengan Iwan, sekujur tubuhnya, kata Ana, penuh luka bakar.

Gosong menjadi kata yang selalu disebutkan Ana kala mendeskripsikan kondisi anak kedua dari empat bersaudara itu di atas ranjang rumah sakit.

"Kaki dan tangannya sedikit-sedikit luka bakarnya. Tapi yang parah itu dibagian wajah, dada dan perut."

"Diajak ngomong masih respon. Tapi wajahnya sudah gosong, bengkak," ucap Ana sambil menangis.

Meski mengalami 98% luka bakar, Ana masih tetap mengenali sang adik.

Ana menyebut adiknya itu memiliki ciri khas yakni telapak kaki yang besar dan sejumlah bekas luka.

"Iwan, mba Ana datang buat nengokin Iwan. Iwan yang kuat ya, kan Iwan bilang kalau Iwan pulang mau ke makam mama bareng-bareng. Masa pulang nengokin mama dengan keadaan begini. Kita maunya Iwan pulang bareng-bareng sehat," ucap Ana kepada Iwan.

Kode Jempol Iwan untuk Ana

Tanpa berbicara Iwan langsung mengangkat jempol kanannya pertanda oke.

"Mba Ana pulang dulu ya Iwan. Iwan yang kuat," tambah Ana.

Iwan kembali merespon dan mengangkat jempol kirinya.

"Jadi interaksinya hanya sebatas itu."

"Dia merespon dengan angkat jempol kanan dan kiri aja," paparnya.

Baca juga: Dua Kali Disomasi Sentul City, Rocky Gerung Diminta Kosongkan Rumahnya dalam Waktu 7x24 Jam

Baca juga: Diboikot dari Televisi, Saipul Jamil Curhat pada Hotman Paris, Ini Respon Sang Pengacara

Keluarga Tak Miliki Firasat

Selain itu, Ana turut mengungkapkan pihak keluarga justru tak memiliki firasat apapun terkait kejadian tersebut.

Baik dirinya, ayahnya maupun adik-adiknya tak miliki firasat maupun mimpi sebelum kejadian kebakaran yang menewaskan puluhan narapidana itu.

"Kita sekeluarga enggak ada firasat apapun. Benar-benar enggak ada," katanya.

Ana mengatakan justru teman-teman adiknya lah yang mendapatkan firasat itu.

Melalui pesan di Facebook maupun WhatsApp, teman adiknya itu mengatakan selintas teringat Iwan.

"Ya paling firasatnya justru dari teman-temannya aja inbox dan WA saya."

"Pantesan Mba Ana, saya kepikiran Iwan, kangen Iwan tiba-tiba," sambungnya.

ana kakak napi yang luka bakar 98 persen
Ana, kakak Iwan Setiawan alias Wanted korban luka bakar berat kebakaran di Blok C2, Lapas Kelas 1 Tangerang di kediamannya Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2021)

Meski begitu, Ana mengatakan pihak keluarganya justru mengingat ucapan Iwan pada bulan Juni 2021 lalu.

Ucapan singkat, namun kerap dilontarkannya kepada pihak keluarga.

"Dia kan dibui sudah dari 2016."

"Lalu pas bulan Juni kemarin kasih tahu keluarga untuk mengurus surat-surat karena dia bilang sebentar lagi mau pulang," ungkapnya.

"Iwan bentar lagi pulang, tolong dijemput."

"Maunya langsung ke makam mama (ke Tegal)."

"Iwan nggak mau tinggal di Jakarta maunya di kampung aja, biar deket sama mama."

"Urusin berkas berkas ya," ujar Ana menirukan suara Iwan kala itu.

Namun karena pandemi, kata Ana, pengurusan tersebut harus mundur dari waktu yang ditentukan

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Sekujur Tubuh Alami Luka Bakar, Iwan Napi Lapas Tangerang Hanya Bisa Kirim Kode Jempol ke Keluarga

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Alami Luka Bakar 98 Persen dan Cidera Pernapasan, Iwan Beri Dua Jempol saat Dijenguk Keluarga

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved