Ali Kalora dan Kelompoknya Gencar Lakukan Aksi Kejahatan di Masa Pandemi, Korbannya Mayoritas Petani
Kelompok MIT Poso pimpinan Ali Kalora kerap beraksi di tiga wilayah, yakni Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Moutong.
Pada kesempatan itu, Kapolda turun langsung melakukan perbaikan dan pembangunan kembali rumah warga yang dibakar.
Memasuki tahun 2021, aparat TNI-Polri tergabung dalam Operasi Madago Raya terus melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris paling dicari itu.
Aksi terakhir kelompok MIT diketahui terjadi di Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Selasa (11/5/2021).
Ali Kalora Cs diduga membunuh empat petani masing-masing berinisial MS, S, P dan L.
Keempat korban ditemukan tewas di dua lokasi berbeda di perkebunan kopi Desa Kalimago.
Usai menghabisi nyawa para petani tersebut, Ali Kalora Cs mengambil uang dan barang lain milik korban.
Qatar Tewas
Sebelumnya, Sargas Madago Raya menembak Qatar alias Farel alias Anas.
Qatar tewas tertembak usai terlibat kontak senjata dengan Satgas Madago Raya di Pegunungan Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, 11 Juli 2021.
Qatar diduga kuat sebagai pelaku pembantaian satu keluarga di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi dan empat petani di Desa Kalimago, Kabupaten Poso, beberapa waktu lalu.
Ia juga berperan sebagai pimpinan lain di tubuh kelompok MIT selain Ali Kalora.
Penelusuran TribunPalu.com, Qatar telah bergabung dengan MIT semasa dipimpin Santoso alias Abu Wardah.
Saat itu, ia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tindak pidana terorisme.
Dari identitas KTP diperoleh kepolisian, Qatar bernama asli Muhammad Busra beralamat di Desa Wae Racang, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Ia diperkirakan berusia 27 tahun dengan ciri-ciri berkulit sawo matang agak bersih, berambut keriting, berbibir tebal dan berhidung bulat kecil.