Kamis, 9 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Setelah Ali Kalora dan Satu Rekannya Tewas, Empat DPO MIT Masih Diburu Satgas Madago Raya

Setelah tewasnya Ali Kalora dan Jaka Ramadhan, pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam Operasi Madago Raya terus memburu sisa-sisa anggota MIT.

Foto Istimewa via Tribun Palu
Foto anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. 

TRIBUNTERNATE.COM - Dua teroris anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas dalam baku tembak Operasi Madago Raya yang terjadi pada Sabtu (18/9/2021) di wilayah Astina, Kecamatan Torue, Kabuoaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dua teroris tersebut terdiri atas pimpinan MIT Ali Kalora dan salah seorang anak buahnya yang bernama Jaka Rhamadan alias Ikrima alias Rama..

Setelah tewasnya Ali Kalora dan Jaka Ramadhan, pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam Operasi Madago Raya terus memburu sisa-sisa anggota MIT.

Diketahui, ada empat orang anggota MIT yang tersisa.

Operasi pengejaran dipimpin langsung Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Rudy Sufahriadi sekaligus penanggung jawab Satgas Madago Raya.

"Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap empat orang kelompok MIT. Kami memastikan tidak ada lagi pimpinan MIT setelah Ali Kalora," ujar Kapolda Irjen Rudy dalam konferensi pers, Minggu (19/9/2021). 

Baca juga: Ali Kalora dan Kelompoknya Gencar Lakukan Aksi Kejahatan di Masa Pandemi, Korbannya Mayoritas Petani

Baca juga: Sosok Ali Kalora, Pimpinan Teroris MIT yang Tewas Ditembak Satgas Madago Raya, Dikenal Sadis

Baca juga: Sosok Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Kasatgas Madago Raya yang Tumbangkan Pimpinan MIT Ali Kalora

Kini empat orang anggota MIT itu terus diburu.

Mereka adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae Alias Galuh alias Mukhlas, Suhardin alias Hasan Pranata dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang. 

Penelusuran TribunPalu.com, keempat anggota MIT itu masing-masing berasal dari Kabupaten Poso (Sulawesi Tengah), Polewali Mandar (Sulawesi Barat) dan Bima (Nusa Tenggara Barat). 

Berikut profil masing-masing:

1. Askar alias Jaid alias Pak Guru

Askar alias Jaid alias Pak Guru masuk daftar pencarian orang (DPO) Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri sejak 2014.

Pria kelahiran 1988 itu tercatat lama bermukim di Desa Dumu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Pada 2012, ia menjadi anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) di Bima sebelum akhirnya hijrah ke Poso untuk memenuhi undangan Santoso, pimpinan MIT kala itu. 

Askar bersama kedua rekannya, Abu Alim alias Ambo dan Nae alias Galuh mulai mengikuti pelatihan militer bersama kelompok MIT Poso pada 2014.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved