Selasa, 5 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Update Covid-19 Indonesia Rabu, 22 September 2021: Ada 2.720 Kasus Baru, Kasus Aktif di Bawah 50.000

Data pemerintah melaporkan terdapat penambahan sebanyak 2.720 kasus baru positif Covid-19 dalam sehari. 

Tayang:
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Poster ilustrasi virus corona atau Covid-19 - Update kasus Covid-19 di Indonesia, Rabu (22/9/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia masih terus mengalami peningkatan hingga hari ini, Rabu (22/9/2021). 

Data pemerintah melaporkan terdapat penambahan sebanyak 2.720 kasus baru positif Covid-19 dalam sehari. 

Dengan demikian, total kasus infeksi virus corona di Indonesia per hari ini mencapai angka 4.198.678, seperti dikutip TribunTernate.com dari laman covid19.go.id. 

Sementara itu, jumlah kasus aktif yang masih dirawat per hari ini ada 49.662.

Dalam kasus Covid-19 di Tanah Air, terdapat pula tambahan jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh dan meninggal dunia.

Sejauh ini, pemerintah mengumumkan penambahan pasien sembuh sebanyak 5.356, sehingga total ada 4.008.062 orang dinyatakan sembuh.

Baca juga: Selandia Baru Kemungkinan Tak akan Bisa Kembali ke Nol Kasus Covid-19

Baca juga: Update Covid-19 Indonesia Selasa, 21 September 2021: Tambah 3.263 Kasus Baru, 6.581 Kasus Sembuh

Sedangkan, untuk pasien yang meninggal dunia bertambah 149 orang dalam 24 jam terakhir, sehingga total kasus kematian akibat Covid-19 di Tanah Air menjadi 140.954.

Jumlah suspek yang dipantau per hari ini tercatat sebanyak 373.201 orang.

Adapun spesimen yang diperiksa hari ini sebesar 256.163 spesimen.

ILUSTRASI Covid-19
ILUSTRASI Covid-19 (Freepik)

Kasus Covid-19 Meningkat, Dianjurkan Pakai 2 Masker

Masyarakat kini harus semakin memperketat protokol kesehatan seiring melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia. 

Salah satunya yakni dengan selalu menggunakan masker. 

Sekarang ini pemerintah mengkampanyekan untuk mengenakan masker dua lapis.

"Mau varian apa pun, kuncinya sederhana. Pekerjaan rumahnya adalah masker dengan dua lapis. Sehingga ada proteksi 90 persen," ungkap Praktisi Kesehatan dr Khomeini Takdir Sp. PD. dalam acara Dialog Produktif Semangat Selasa, Kiat Sehat Isolasi Mandiri, Rabu (30/6/2021).

Melansir Tribunnews.com, dalam pemaparannya, penggunaan masker dua lapis memberikan perlindungan lebih tinggi dibandingkan satu lapis.

Informasi ini, seharusnya tidak berhenti begitu saja, namun juga diterapkan.

Ia menyebutkan jika menggunakan masker satu lapis, maka tingkat proteksi yang dihadirkan 60-80 persen.

Sedangkan kalau dua lapis bisa naik 90 persen.

Oleh sebab itu perlu untuk mengajak lagi memakai masker dua lapis.

"Kalau banyak orang tidak menggunakan masker ini yang diincar corona. Semakin penuh rumah sakit. Nakes mulai lelah. Mereka sebenarnya bukan front line, namun justru sebagai benteng terakhir," katanya lagi.

Baca juga: Kuba Jadi Negara Pertama yang Beri Suntikan Vaksin Covid-19 pada Anak Mulai Usia 2 Tahun

Baca juga: FDA Rekomendasikan Suntikan Booster Vaksin Covid-19 untuk Usia 65 Tahun ke Atas dan Kelompok Rentan

Benteng pertama, menurut dr Khomeini adalah bagaimana masyarakat menjaga kesehatan agar tidak sakit.

Kalau tidak sakit, maka rumah sakit tidak akan penuh, dan tenaga kesehatan tidak kelelahan.

Di sisi lain, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan masker dua lapis.

Ada saat-saat dimana cukup menggunakan masker satu lapis saja. Terutama saat berolahraga.

Karena, saat berolahraga, metabolisme seseorang akan meningkat. Sehingga butuh pasokan oksigen yang cukup banyak.

Menggunakan masker terlalu tebal dikhawatirkan menghambat sirkulasi udara saat itu.

"Tapi situasinya lihat dulu. Sedang olahraga, lari-lari, di halaman terbuka sendiri. Satu masker sudah cukup. Karena kebutuhan metabolisme meningkat tentu perlu oksigen perlu banyak," ucapnya.

(TribunTernate.com/Tribunnews.com)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved