Kamis, 30 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Apa Itu G30S/PKI? Berikut Kronologi Gerakan 30 September 1965 dan Daftar Nama Pahlawan Revolusi

peristiwa Gerakan 30 September 1965 ialah tragedi nasional yang diduga dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia.

Tayang:
Dokumentasi
Tujuh pahlawan revolusi korban kekejaman peristiwa G30S yang tewas di Lubang Buaya, Jakarta Timur. 

TRIBUNTERNATE.COM - Tragedi berdarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) pada 1965 masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap. 

Peristiwa bersejarah di Indonesia itu hingga kini masih terus dikenang. 

Diketahui, awal mula terjadinya peristiwa G30S/PKI ini adalah melalui penculikan yang dilakukan oleh pihak PKI kepada 7 Jenderal yang kini dikenal dengan sebutan pahlawan revolusi.

Lantas, bagaimana kronologi terjadinya G30S/PKI dan siapakah pahlawan revolusi?

Kronologi Terjadinya G30S/PKI

Dikutip dari sumber.belajar.kemdikbud.go.id, peristiwa Gerakan 30 September 1965 ialah tragedi nasional yang diduga dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia dan menimbulkan korban dikalangan petinggi militer.

Peristiwa ini dilatar-belakangi oleh persaingan politik, karena PKI sebagai kekuatan politik merasa khawatir dengan kondsi kesehatan Presiden Soekarno yang memburuk.

Peristiwa gerakan 30 September 1965, pada dasarnya berlangsung selama dua hari.

Pada tanggal 30 September kegiatan kordinasi dan persiapan dan pada tanggal 1 Oktober 1965 dini hari kegiatan pelaksanaan penculikkan dan pembunuhan.

Gerakan 30 September 1965 berada dibawah kendali Letkol Untung dari Komando Balation I resimen Cakrabirawa.

Letkol Untung kemudian menunjuk Lettu Dul Arief untuk menjadi ketua pelaksanaan penculikkan.

Pasukan bergerak mulai pukul 03.00, enam Jendral menjadi korban penculikkan dan pembunuhan yakni Letjen. Ahmad Yani, Mayjen. R. Soeprapto, Mayjen. Harjono, Mayjen. S. Parman, Brigjen D.I. Panjaitan dan Brigjen Sutoyo dan satu perwira yakni Lettu Pirre Tandean.

Seluruhannya dimasukan kedalam lubang dikasawan Pondok Gede, Jakarta.

Jendral A.H. Nasution berhasil selamat dari penculikan, namun putrinya malah menjadi korban.

Putri Jendral A.H. Nasution bernama Ade Irma Suryani.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved