Gempa Bumi
Hari Ini dalam Sejarah - Gempa Bumi 7.6 SR di Sumatera Barat, Lebih dari 1.000 Orang Tewas
Kamis (30/9/2021) hari ini merupakan tanggal terjadinya salah satu peristiwa gempa bumi besar di Indonesia. Yakni, Gempa Bumi Sumatera Barat.
Menurut dia, kerugian materi paling banyak dialami Kabupaten Agam, Rp 3.069.230.508.700, disusul Kota Pariaman sebesar Rp 1.125.000.000.000.
Jumlah korban tewas akibat gempa tersebut mencapai 1.195 orang, dengan perincian:
Kota Padang 383 orang, Kabupaten Padang Pariaman (666), Kota Pariaman (48), Kabupaten Pesisir Selatan (11), dan Kabupaten Agam (81).
"Sementara itu, di Kabupaten Pasaman Barat korban tewas sebanyak 5 orang, korban luka berat 619 orang, dan korban luka ringan 1.179 orang," ujarnya.
Dia menambahkan, rumah yang rusak berat sebanyak 119.005 unit, rusak sedang (73.733), dan rusak (78.802 unit).
BMKG Keluarkan Peringatan tentang Megathrust
Sejarah mencatat, Kota Padang dan sekitarnya telah beberapa kali dilanda gempa bumi merusak.
Diwartakan TribunPadang.com, ada 16 gempa bumi dengan dampak kerusakan yang cukup fatal di daerah tersebut yang terjadi dalam periode 26 Agustus 1835 hingga 12 September 2009.
Secara garis besar gempa-gempa merusak tersebut telah banyak menimbulkan kerugian dari segi jiwa dan materi.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang, Irwan Slamet mengatakan terjadinya gempa bumi di Sumatera Barat terjadi, karena beberapa sebab.
Seperti Mentawai megathrust, Mentawai subsistem yang antara Mentawai dan Pulau Sumatera, dan ada lagi sesar Sumatera serta sesar-sesar kecil lainnya.
"Kalau untuk gempa tanggal 30 September 2009 disebabkan oleh subduksi, karena kedalaman gempa di atas 80 kilometer. Sedangkan, berat gempanya berada di antara Mentawai-Sumatera," kata Irwan Slamet, Rabu (30/9/2020).
Namun, sesar Mentawai megatrusht itu menghunjam dari Barat ke Timur, artinya dari sebelah barat Mentawai menuju arah Sumatera.
"Gempanya itu kalau diukur, itu sekitar 87 kilometer. Potensi-potensi energi di sekitar itu sampai sekarang masih kita hitung terus, saya masih menghitung berapa pelepasan energinya itu," katanya.
Ia mengatakan semakin sering lepas energinya secara perlahan, maka potensi terjadinya gempa bermagnitudo 8.8 dapat berkurang.