Breaking News:

Kasus Pernikahan Dini Siswi SMP dengan Tokoh Agama di Maluku, KPAI Sebut telah Langgar Hak Anak

Siswi SMP di Maluku Dinikahkan dengan Tokoh Agama hingga Temannya Unjuk Rasa, KPAI Sebut Langgar Hak Anak

Pexels/Trung Nguyen
ILUSTRASI Pernikahan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kasus pernikahan dini di Buru Selatan, Maluku, sempat menghebohkan publik. 

Dialah NK (15), siswi SMP di Buru Selatan yang dinikahkan oleh ayahnya yang merupakan Ketua MUI Buru Selatan

Teman-teman NK pun merasa tak terima hingga melakukan unjuk rasa. 

Ratusan pelajar SMP Negeri 1 Namrole ini menggelar aksi di depan kantor urusan agama dan kantor Bupati Buru Selatan.

Mereka memprotes pernikahan anak yang dialami oleh teman mereka berinisial NK (15).

Para siswa menuntut perlindungan hak mereka sebagai anak dari tindakan oknum tokoh agama ataupun orang tua.

Selain itu, mereka menuntut pemberian sanksi bagi semua pihak yang terlibat dalam pernikahan anak.

Ratusan siswa SMP Negeri 1 Namrole Buru Selatan Maluku dan para guru menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wilayah Kemantiran Agama dan Kantor DPRD untuk memprotes kasus pernikahan dini yang menimpa seorang siswa sekolah tersebut. Aksi demo itu berlangsung pada Senin (4/10/2021)
Ratusan siswa SMP Negeri 1 Namrole Buru Selatan Maluku dan para guru menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wilayah Kemantiran Agama dan Kantor DPRD untuk memprotes kasus pernikahan dini yang menimpa seorang siswa sekolah tersebut. Aksi demo itu berlangsung pada Senin (4/10/2021) (KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)

Lantas, apa kata KPAI?

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan pernikahan anak yang terjadi di Maluku tersebut.

Lalu, hal ini juga bertentangan dengan upaya pemerintah menurunkan angka pernikahan anak.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved