Thomas Cup 2021

Indonesia Juara Thomas Cup 2021, Apa Kata Marcus Gideon yang Tidak Ikut Main?

Sang ayah, Kurniahu Gideon, mengungkapkan respon Marcus Gideon saat diwawancarai khusus oleh Tribunnetwork, Senin (18/10/2021).

Editor: Rizki A
Instagram/marcusfernaldig
Marcus Fernaldi Gideon 

Kontingen bulutangkis Indonesia berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan membawa pulang trofi juara Piala Thomas 2020.

Kemenangan ini mengakhiri penantian 19 tahun Indonesia untuk membawa pulang trofi tersebut.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021), Indonesia berhasil menjadi juara setelah mengalahkan China di laga final.

Kemenangan yang diraih Jonatan Christie pada laga ketiga membuat Indonesia berhasil menuntaskan paceklik gelar Piala Thomas sejak 2002 silam.

Dalam laga final Piala Thomas 2021, sejumlah pemain tidak turun ke lapangan, salah satunya Marcus Fernaldi Gideon.

Lalu, bagaimana tanggapan pasangan Kevin Sanjaya Sukamulyo itu yang tidak turut main dalam laga final tersebut?

Sang ayah, Kurniahu Gideon, mengungkapkan respon Marcus Gideon saat diwawancarai khusus oleh Tribunnetwork, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Anggota DPR & Mantan Atlet Lempar Kritik ke Kemenpora, Buntut Merah Putih Tak Berkibar di Thomas Cup

Baca juga: Deretan Foto Momen Kemenangan Indonesia di Final Thomas Cup 2021

Baca juga: Jadwal Turnamen BWF World Tour 2021 Pasca-Thomas & Uber Cup: Denmark Open hingga Indonesia Masters

"Nggak Apa-apa Saya Nggak Main, yang Penting Kita Juara"

Kata Kurniahu Gideon, Marcus Fernaldi Gideon tak mempermasalahkan dirinya yang tidak bermain di laga pamungkas Thomas Cup 2021.

Sebab bagi Marcus yang terpenting adalah Indonesia menjadi juara. 
Diketahui, Marcus biasanya menjadi pilihan pertama Indonesia sebagai ganda putra bersama Kevin Sanjaya.
Namun masalah kebugaran Marcus membuat sang pelatih, Herry IP, menduetkan Kevin bersama Daniel Marthin. 
"Kemarin pas menang, saya WhatsApp, saya telepon, saya selamatin. 'Selamat ya, sukses ya'. Marcus bilang 'nggak apa-apa pah, nggak main yang penting kita juara'," ujar Kurniahu, Senin (18/10/2021).
Awalnya, Kurniahu juga sempat bertanya-tanya karena tak melihat nama putranya di line up laga pamungkas Indonesia versus Tiongkok.
Dirinya pun menghubungi Marcus. 
"Ya saya cuma tanya, kok nggak main kenapa. Terus dijawab 'nggak apa-apa, ini kan namanya tim, jadi ada keputusan tim, pelatih, manajer, pasti itu yang terbaik. Tuhan pasti yang terbaik'. Gitu katanya," ucapnya. 
Mendengar jawaban putranya, Kurniahu lantas memberikan semangat dengan menyampaikan bahwa ini kesempatan bagi Marcus untuk beristirahat dan memulihkan kondisi sebelum berlaga di turnamen lain. 
Marcus yang menjadi salah satu punggawa Tim Thomas Indonesia tetap membuat Kurniahu bangga meski tak berlaga di final.
Sebab kemenangan Indonesia membuat Piala Thomas kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. 
"Kan kita sudah lama tidak pernah menang di Piala Thomas, sudah tidak balik ke Indonesia selama 19 tahun lamanya. Saya ingat terakhir tahun 2002 waktu itu Hendrawan, penentuan itu," kata Kurniahu. 
"Jadi ya saya sangat bangga, kebetulan anak saya (termasuk) Tim Indonesia, yang membawa Piala Thomas ke pangkuan Indonesia lagi. Saya sebagai orang tua, penggemar dan pembina bulutangkis, saya gembira sekali," tandasnya. 
 
Mimpi yang Belum Kesampaian

Kurniahu Gideon mengatakan, Marcus Gideon masih terus merajut mimpi untuk meraih juara dunia dan juara olimpiade.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved