Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Peringatan Hari Pahlawan, Berikut 5 Tokoh Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya

Para pahlawan yang gugur pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya menjadi teladan nasional yang mencerminkan semangat dan keberanian.

Wikipedia
Bung Tomo, pahlawan yang berperan dalam 10 November. 

TRIBUNTERNATE.COM - Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November.

Tahun ini, peringatan Hari Pahlawan jatuh pada Rabu (10/11/2021) besok. 

Peringatan Hari Pahlawan merupakan bentuk penghormatan kepada pahlawan yang telah gugur membela Indonesia dari tangan penjajah.

Para pahlawan yang gugur pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya menjadi teladan nasional yang mencerminkan semangat dan keberanian.

Ribuan pahlawan dari kalangan rakyat dan tentara Indonesia gugur untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia dari ancaman Inggris.

Di balik peristiwa itu, ada tokoh-tokoh nasional dari Indonesia dan Inggris yang berperan penting dalam pertempuran 10 November.

Baca juga: Link Twibbon Hari Pahlawan 10 November, Berikut Cara Membuat dan Membagikannya di Medsos

Baca juga: Hari Pahlawan 10 November, Empat Tokoh akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Selengkapnya, berikut ini daftar tokoh yang terlibat pertempuran Surabaya.

Tokoh-tokoh yang terlibat Pertempuran Surabaya

Sutomo (1920-1981)

Sutomo atau yang akrab disapa Bung Tomo
Bung Tomo (Tangkapan layar kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Melansir perpusnas.go.id, Sutomo atau Bung Tomo lahir pada 3 Oktober 1920 di Surabaya dan meninggal pada 7 Oktober 1981 di Makkah.

Bung Tomo adalah pahlawan yang terkenal sebagai pemimpi yang berhasil mengembalikan semangat rakyat untuk melawan pasukan Belanda yang tergabung dalam NICA.

Pertempuran tersebut dimulai pada 10 November 1945 di Surabaya.

Sutomo pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan sebagai staf pribadi di sebuah perusahaan swasta.

Ia juga pernah menjabat sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, bahkan pernah menjadi pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda.

Sebelum pindah ke Surabaya, Sutomo pernah bekerja sebagai polisi di kota Praja dan menjadi anggota Sarekat Islam, dan menjadi distributor untuk perusahaan mesin jahit "Singer".

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved