Kamis, 21 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Cut Nyak Dien hingga Roehana Koeddoes, Daftar 15 Pahlawan Nasional Wanita Indonesia

Dikutip dari direktoratk2krs.kemsos.go.id, total ada 191 Pahlawan Nasional di Indonesia, di antara jumlah itu, terdapat 15 Pahlawan Nasional wanita.

Tayang:
Dok. Wikipedia
Ruhana Kuddus, jurnalis perempuan pertama, jadi pahlawan nasional asal Sumbar. Penghargaan untuk Ruhana diserahkan di Istana Negara Jakarta pada Jumat (8/11/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM - Jasa para pahlawan Indonesia telah mengantarkan bangsa ini menuju kemerdekaan yang hakiki, lepas dari belenggu penjajahan.

Sosok pahlawan Indonesia tidak hanya terbatas pada laki-laki, tetapi juga perempuan.

Maka, di Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada Rabu, 10 November 2021 hari ini, mari mengulik deretan pahlawan nasional wanita yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.

Diketahui, peringatan Hari Pahlawan Nasional ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur dan ditandatangani oleh Presiden Soekarno.

Dilansir semarangkota.go.id, Hari Pahlawan diperingati untuk mengenang jasa perjuangan para pahlawan dalam membela Tanah Air.

Dikutip dari direktoratk2krs.kemsos.go.id, total terdapat 191 Pahlawan Nasional di Indonesia, di antara jumlah itu, terdapat 15 Pahlawan Nasional wanita.

Siapa saja mereka? Berikut profilnya:

1. Cut Meutia

Gambar pahlawan perempuan asal Aceh, Cut Meutia pada uang Rp 1000 keluaran 2016.
Gambar pahlawan perempuan asal Aceh, Cut Meutia pada uang Rp 1000 keluaran 2016. (Serambi Indonesia)

Perempuan yang lahir di Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, NAD (Aceh), pada 1870 ini merupakan sosok pejuang.

Cut Meutia sejak kecil diajarkan agama Islam oleh kedua orang tuanya. Ia diajarkan bagaimana menghidupkan amar ma’ruf nahi munkar.

Dirinya adalah seorang Pemimpin Gerilya Aceh yang berperang melawan Pasukan Kolonial Belanda.

Pada Agustus 1902, pasukan Teuku Chik Tunong dan Cut Meutia mencegat pasukan Belanda yang berpatroli di daerah Simpang Ulim Blang Nie.

Dalam penyerangan ini, pasukan Belanda lumpuh total dan para pasukan Chik Tunong dan Cut Meutia berhasil merebut 42 pucuk senapan.

Dalam pertempuran tersebut, suami Cut Meutia, Chik Tunong, gugur.

Ia kemudian melanjutkan perjuangan bersama Pang Nanggroe.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved