Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kebakaran Tangki Pertamina di Cilacap Sebabkan Air Sumur Warga Sekitar Tercemar, Tampak Hitam Pekat

Kebakaran yang terjadi di Pertamina RU IV Cilacap, Jawa Tengah menyebabkan air sumur, tanaman hias, serta rumah warga sekitar tercemar asap hitam.

TRIBUNNEWS/HO/PERTAMINA
ILUSTRASI KEBAKARAN KILANG MINYAK PERTAMINA - Dalam foto: Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina berupaya memadamkan api pada insiden ledakan tangki Pertamina di Kilang Minyak Balongan RU VI, Indramayu, Rabu (31/3/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Kebakaran yang terjadi di Pertamina RU IV Cilacap, Jawa Tengah menyebabkan air sumur, tanaman hias serta rumah warga sekitar tercemar asap hitam.

Air yang terlihat hitam pekat didapati oleh Painem, seorang warga Cilacap di sumur rumahnya.

Oleh sebab itu, air sumur pun tidak dapat dikonsumsi oleh mereka.

Tak hanya sumur, halaman rumah dan tanaman hias yang berada di tempat terbuka juga ikut tercemar asap hitam.

Hal tersebut tentu saja merugikan warga, sebab tanaman hias merupakan barang dagangan mereka.

"Sumur kalau terbuka ya kena itu, halaman rumah ini hitam semua (karena terkena asap hitam dari kebakaran)," tutur Painem, dikutip dari tayangan Kompas TV, Minggu (14/11/2021).

Mengetahui lingkungannya tercemar asap hitam dari kebakaran tangki minyak Pertamina, beberapa warga pun mulai membersihkan rumahnya.

Baca juga: Kebakaran Tangki Pertamina di Cilacap: Api Berhasil Dipadamkan Total, Operasional Kembali Normal

Baca juga: Tangki Pertamina Cilacap Terbakar, Api Terlihat dari Radius 1 Kilometer, Pasokan BBM Dipastikan Aman

Selain itu, warga berharap agar pihak Pertamina membantu mengatasi pencemaran asap hitam ini.

Sebelumnya, pihak Pertamina telah berhasil mengendalikan api setelah 12 jam kebakaran.

Sementara, warga masih terus waspada dan berjaga, mengantisipasi kejadian semalam terulang.

Diketahui pada Sabtu (13/11/2021) malam, api sempat dinyatakan padam, namun sejam kemudian terbakar kembali hingga pagi.

Pemandangan air sumur salah seorang warga di Cilacap yang tercemar asap hitam dari kebakaran kilang minyak Cilacap.
Pemandangan air sumur salah seorang warga di Cilacap yang tercemar asap hitam dari kebakaran kilang minyak Cilacap. (YouTube/KompasTV)

Kronologi kebakaran tangki Pertamina Cilacap

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya ikut mengamati insiden kebakaran tangki minyak di Cilacap semalam melalui Pertamina Integrated Command Center (PICC).

Ia mengungkapkan, api pertama yang sempat direkam oleh warga sekitar itu sudah berhasil dipadamkan Sabtu (13/11/2021) pada pukul 23.05 WIB.

Namun, terjadi suatu kendala yang menyebabkan form terbuka dan muncul api kedua.

"Dari semalam jam 23.05 WIB itu api sudah bisa dipadamkan sekitar 80 menit, namun kemudian form terbuka dan ada api kedua dan dilakukan fire fighting hingga pagi hari," ujar Nicke dikutip dari Kompas.com, Minggu (14/11/2021).

Baca juga: Diabetes & Hipertensi Jadi Penyebab Sebagian Besar Kematian Covid-19 Malaysia, Bagaimana Indonesia?

Baca juga: Viral Cerita Kurir di Banjarnegara, Tembus Hutan dan Gunung demi COD Permen Seharga Rp153,00

Untuk penanganan api kedua yang dilakukan hingga Minggu (14/11/2021) pagi, cukup membutuhkan waktu ekstra.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono mengatakan, mulai Minggu (14/11/2021) pagi, api yang muncul di tangki 36T102 sudah dipadamkan secara total.

"Dapat kami laporkan informasi terkini terkait dengan insiden penanganan yang telah dilakukan tim 102, bahwa saat ini kebakaran tangki telah dapat dipadamkan secara total tepatnya pukul 07.45 WIB, dan kita telah menyatakan aman pada jam 09.15 WIB," katanya.

Kebakaran kilang Pertamina terlihat dari permukiman warga di Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (13/11/2021).
Kebakaran kilang Pertamina terlihat dari permukiman warga di Kelurahan Lomanis, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (13/11/2021). (KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN)

Baca juga: Relawan Nilai Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin Tangani Pandemi Covid-19 dengan Baik

Baca juga: Partai Golkar Sebut akan Ajak Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Ganjar Tegas Menjawab: Manut Bu Mega

Terkait dengan penanganan, Pertamina melakukan sejumlah strategi pemadaman, sebagai berikut:

  1. Penyekatan tangki yang terbakar dengan tangki di sekelilingnya.
  2. Pengendalian fluida di tangki 36T102 dengan petugas melakukan ramper ke tangki lain.
  3. Cooling atau proses pendinginan di sekitar tangki-tangki yang terbakar di 36T101 maupun 36T103.

Selain itu, Djoko mengatakan, kegiatan pemadaman ini juga mengantisipasi terjadinya kerusakan lingkungan.

"Kemudian kita juga melakukan beberapa strategi untuk mengantisipasi pencemaran lingkungan seperti melakukan stand by peralatan penanganan lolosan minyak di holding bust, dan melakukan pemasangan alat pada parit-parit," ujar Djoko.

Lebih lanjut, dengan terbakarnya 1 tangki dari 228 tangki yang ada di Cilacap, kilang tetap beroperasi seperti biasa.

Sehingga, tidak ada shutdown dari rencana produksi.

Selain itu, mereka juga berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk pengamanan kondisi di sekitar kejadian.

Stok BBM dan elpiji diklaim aman

Pertamina mengungkapkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai stok BBM dan elpiji akibat kebakaran yang terjadi di kilang minyak Cilacap.

"Tadi malam, kami cek langsung juga kondisi stok, baik stok di tangki kilang maupun di pipa, di seluruh TBBM, dan stok-stok di SPBU semuanya aman," kata Nicke.

Nicke menjamin pasokan BBM dan elpiji tidak terganggu dengan adanya insiden kebakaran kilang.

"Mohon tidak ada masyarakat yang panic buying karena stok sangat aman," lanjut dia.

Menurutnya, beberapa produk berada di atas standar stok minimum, di mana artinya stok memang betul-betul terjaga untuk ke depannya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution.

Alfian menjelaskan, untuk Premium dan bahan bakar lainnya berada di posisi stok aman, Pertamax 15 hari, Pertalite di atas 10 hari, Solar 20 hari, dan Pertamax Turbo 50 hari, dan elpiji 7 hari.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, pendistribusian BBM elpiji berlangsung seperti biasanya, baik di daerah Jateng maupun sebagian Jabar," kata Alfian.

(TribunTernate.com/Ron)(Kompas.com/Retia Kartika)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved