Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Baliho Puan Maharani Terpampang di Lokasi Bencana Gunung Semeru, Ini Kata Ketua Fraksi PDIP

Baliho Puan Maharani pun mendapat kritikan dan kekecewaan dari warga setempat. Menurut warga, mereka lebih membutuhkan bantuan ketimbang baliho. 

Dokumentasi relawan via Kompas.com
Baliho Puan Maharani yang ada di depan kantor Kecamatan Candipuro Lumajang pada Selasa (21/12/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani tengah menjadi sorotan setelah baliho bergambar dirinya bertebaran di wilayah desa terdampak erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Baliho itu bergambar potret Puan dengan latar foto para pengungsi, ditambah logo 'Relawan Puan Maharani' dan kalimat penyemangat. 

"Tangismu, tangisku. Ceriamu, ceriaku. Saatnya bangkit menatap masa depan," demikianbunyi tulisan dalam baliho Puan Maharani.

Baliho Puan Maharani pun mendapat kritikan dan kekecewaan dari warga setempat.

Menurut warga, mereka lebih membutuhkan bantuan ketimbang baliho. 

Terkait baliho ini, pihak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun angkat bicara.

Menurut Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto, baliho tersebut secara spontanitas dipasang oleh kader PDIP

"Kalau itu kan mungkin ada spontanitas dari teman-teman Ibu Puan hadir. Itu entah kader orang yang dekat atau relawan," kata Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/12/2021). 

Wasekjen DPP PDIP itu mengatakan, bahwa maksud dan tujuan pemasangan baliho itu baik. 

Menurutnya, keberadaan baliho Puan harus dilihat maksud dan tujuannya. 

"Kalau maksudnya pasti baik. Kalau ada yang tidak berkenan mohon dilihat maksudnya," ujarnya.

Baliho Puan Maharani yang ada di depan kantor Kecamatan Candipuro Lumajang pada Selasa (21/12/2021).
Baliho Puan Maharani yang ada di depan kantor Kecamatan Candipuro Lumajang pada Selasa (21/12/2021). (Kompas.com/Dokumentasi relawan)

Baca juga: Reaksi Ganjar Pranowo saat Unggul dalam Hasil Survei Bursa Capres 2024: Halah Survei Saja

Baca juga: Kasus Omicron Kembali Terdeteksi, Total 5 Kasus di Indonesia, Dikarantina di Wisma Atlet

Pengamat Sebut Tak Etis

Pengamat Psikologi Politik dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), M Abdul Hakim, menyebut pemasangan baliho Puan Maharani tidak tepat.

"Pemasangan spanduk Puan di desa terdampak (erupsi Semeru) mungkin ingin memberi pesan bahwa sosoknya hadir di tengah orang-orang yang terdampak."

"Ia peduli dengan kondisi para penyintas," ungkap Abdul Hakim saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (21/12/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved