Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Diberi Gelar Profesor Kehormatan, Terawan Agus Putranto Jabat Guru Besar di Universitas Pertahanan

Terawan Agus Putranto mendapat rekomendasi dari sejumlah profesor dari dalam negeri dan luar negeri untuk mendapatkan gelar profesor kehormatan ini.

Dok. Pribadi
Mantan Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, mendapatkan gelar Profesor Kehormatan Ilmu Pertahanan Bidang Kesehatan Militer. 

Dalam mengemban tugas pokok TNI, terutama dalam menegakkan kedaulatan, menciptakan perdamaian serta mempertahankan NKRI, diperlukan strategi militer yang bersifat komprehensif baik itu Strategi Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

"Kesehatan militer tentu merupakan bagian dari strategi militer yang dipergunakan untuk menjaga serta memajukan Indonesia tercinta," kata sarjana lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada ini.

Terawan, yang memilih menjadi perwira karir TNI pada 1989 ini menjelaskan, kemajuan ilmu medis saat ini diawali dengan kemajuan kesehatan militer yang terjadi pada saat Perang Saudara di Amerika Serikat. Hal ini berlandaskan sistem kerja yang terorganisir dan memiliki strategi.

Kesehatan militer berpengaruh pada ketahanan kesehatan global dan nasional. Hal ini dapat kita lihat pada saat ini Pandemi COVID-19 berlangsung, virus Corona telah menurunkan kesiap-siagaan militer.

"Virus itu mampu menurunkan kemampuan negara-negara untuk maju dan menjadi sebuah ancaman keamanan nasional," ujar dokter yang mengambil spesialisasi Radiologi Intervensi di Universitas Airlangga ini.

Dia melanjutkan, baik pandemi maupun perang adalah peristiwa yang memiliki konsekuensi biologis, politik dan sosial.

Virus Corona mengingatkan semua negara bahwa peperangan di abad ke-21 telah berubah dan menempatkan kesehatan militer pada dimensi lain, yaitu bagian terdepan dan terpenting.

Pertarungan melawan virus memberikan peluang untuk mengkaji ulang doktrik, praktik serta kebijakan militer yang ada.

Dijelaskan lulusan S3 Universitas Hasanuddin ini, salah satu alasan kesehatan militer dipanggil untuk menanggapi pandemi COVID-19 adalah karena militer memiliki keunggulan yaitu sistem penanganan kesehatan terintegrasi yang siap digunakan.

Sistem kesehatan ini memiliki keunggulan dalam menanggapi pandemi berupa gelar cepat struktur kesehatan, jaringan dan keahlian logistik serta personel yang terlatih dan siap digerakkan untuk menangani krisis kesehatan yang kompleks baik dalam skala besar dan kecil.

Di ujung orasi ilmiahnya, Terawan mengungkit tentang kemandirian dan kedaulatan vaksin di Indonesia untuk mengatasi Pandemi COVID-19.

Dalam hal ini, ia menyampaikan tentang pengembangan Vaksin Nusantara alias Vaknus yang dilakukan tim peneliti di bawah komandonya.

Vaksin berbasis sel dendritik adalah salah satu metode vaksin yang tergolong baru dikembangkan.

Vaksin Nusantara dibuat dari sel yang berasal dari tubuh sendiri atau autolog sehingga efek sampingnya minimal.

Aplikasi sel dendritik sebagai pemicu imunitas sebagian besar dikembangkan sebagai imunoterapi keganasan, seperti kanker pankreas dan kanker paru.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved