Ingin Menjual NFT di OpenSea? Cermati Aturan Kominfo hingga Simak Caranya Berikut Ini

Kini banyak masyarakat yang latah mengikuti jejak Ghozali Everyday dengan mengunggah sembarang foto dan menjualnya sebagai NFT ke OpenSea. 

KOMPAS.com/Galuh Putri Riyanto
Ilustrasi foto KTP dan selfie KTP dijual di OpenSea. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pasar Non-Fungible Token (NFT) dan OpenSea menjadi tren baru bagi netizen di Indonesia setelah kesuksesan Ghozali Everyday yang berhasil mendulang cuan hingga miliaran rupiah berkat ratusan swafotonya. 

Kini banyak masyarakat yang latah mengikutinya dengan mengunggah sembarang foto dan menjualnya sebagai NFT ke OpenSea

Bahkan, tak sedikit masyarakat yang justru menjual foto selfie sambil memegang KTP elektronik. 

Tindakan itu pun dinilai sangat berhahaya. 

Untuk Anda yang berniat menjual NFT melalui OpenSea atau marketplace lain, cermati aturan dari Kementerian Telekomunikasi dan Informatika (Kominfo) berikut ini.

NFT menjadi cara baru netizen untuk menghasilkan uang di era digital.

Banyak orang ramai-ramai membuat NFT untuk dijual melalui marketplace seperti OpenSea.

NFT adalah singkatan dari Non Fungible Token. NFT adalah produk investasi turunan dari kripto.

Penjualan NFT mencapai sekitar US$ 25 miliar atau sekitar Rp 357 triliun pada tahun 2021 ketika aset kripto spekulatif meledak dalam popularitas.

Di Indonesia, NFT menjadi tren setelah Ghozali menjual koleksi foto selfie dirinya sebagai NFT di OpenSea dengan harga lebih dari Rp 1 milyar.

Halaman
1234
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved