Virus Corona
Menkes: Puncak Gelombang Omicron akan Terjadi Akhir Februari, Jumlah Kasus 2-3 Kali Lipat dari Delta
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa puncak Omicron ini akan lebih besar bila dibandingkan dengan puncak Delta yang terjadi pada Juli 2021.
TRIBUNTERNATE.COM - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, puncak gelombang Omicron di Indonesia akan terjadi pada akhir Februari 2022.
Tak hanya itu, Budi Gunadi juga mengatakan bahwa puncak Omicron ini akan lebih besar bila dibandingkan dengan puncak Delta yang terjadi pada Juli 2021.
Menkes pun meminta agar masyarakat waspada dan bersiap dengan puncak Omicron yang akan terjadi.
“Jadi kalau puncaknya kita dulu pernah 57 ribu (kasus) per hari kita mesti siap-siap dan hati-hati dan waspada."
"Tidak perlu kaget kalau melihat di negara-negara lain itu bisa dua kali sampai tiga kali di atas puncak Delta,” kata Menkes, Senin (31/1/2022).
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa di beberapa negara yang tengah menghadapi gelombang Omicron mencatat persentase kasus aktif di bawah varian Delta.
Namun, secara nominal jumlah orang yang masuk rumah sakit lebih tinggi dari varian Delta.
Baca juga: Virus Corona Varian Omicron Dapat Bertahan hingga 8 Hari pada Permukaan Plastik
Baca juga: 5 Pasien Covid-19 Varian Omicron di Indonesia Meninggal Dunia, Sebagian Besar Belum Divaksin Lengkap
Sehingga, Budi mengimbau kepada masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 namun tanpa gejala, dengan gejala ringan, atau sedang, untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.
“Sehingga Bapak Ibu tidak usah khawatir kalau misalnya terkena tanpa gejala atau ada batuk, pilek sedikit, demam sedikit tapi saturasinya masih di atas 94-95 persen, dirawat saja di rumah."
"Biar rumah sakit diberikan untuk orang-orang memang yang membutuhkannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, bagi pasien Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah dan membutuhkan obat-obatan, dapat melalui apotek atau aplikasi Telemedicine.
“Kalau memang dibutuhkan obat-obatan anti virusnya kita sudah siapkan lebih dari 20 juta dosis Favipiravir atau Avigan dan Molnupiravir, dua itu obat antivirus yang disetujui oleh organisasi profesi,” imbuh Budi.

Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19
Melansir laman resmi Kemenkes, kenaikan kasus konfirmasi harian Covid-19 terus terjadi dalam satu minggu terakhir.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus menggenjot upaya testing dan tracing sebagai bentuk usaha deteksi dini.