Merasa Dirugikan hingga Rp2,4 Miliar, 8 Korban Laporkan Aplikasi Binomo & Affiliatornya ke Bareskrim

Diketahui, Binomo merupakan platform trading binary option yang tengah viral karena iklannya di sejumlah media sosial. 

TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO
ILUSTRASI Investasi - Korban trading binary option melaporkan aplikasi Binomo ke Bareskrim Polri. 

TRIBUNTERNATE.COM - Korban trading binary option melaporkan aplikasi Binomo ke Bareskrim Polri, Kamis (3/2/2022). 

Tak hanya itu, pihak yang kerap mempromosikan binary option atau affiliator turut dilaporkan. 

Diketahui, Binomo merupakan platform trading binary option yang tengah viral karena iklannya di sejumlah media sosial. 

Adapun laporan tersebut diterima dengan nomor polisi STTL/29/II/2022/BARESKRIM.

Total, ada delapan korban yang melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri.

"Kami baru saja membuat laporan polisi terkait dengan binary option ini khususnya aplikasi Binomo. Karena berkaitan dengan pandemi juga jadi yang boleh 8 orang korban dan diwakili oleh koordinator korban Pak Maru Unazara," ujar Kuasa hukum pelapor, Finsensius Mendorfa di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (3/2/2022).

Finsensius menyampaikan delapan korban mengalami kerugian mencapai Rp 2,467 miliar.

Sementara itu, koordinator korban Binomo, Maru Unazara mengalami kerugian hingga Rp550 juta.

"Kalau untuk koordinatornya sendiri Pak Maru Unazara itu Rp550 juta. Kalau dihitung semua yang baru saja ikut tadi 8 orang ini. Hanya 8 orang tapi yang masuk dalam database kami sudah ratusan ini menuju ribuan korban. Tapi disini yang datang di Bareskrim total kerugian 8 orang ini Rp2,467 miliar," jelas Finsensius.

Baca juga: Kasus Investasi Bodong Alat Kesehatan: Polisi Sebut Ada 4 Korban, Kerugian Capai Miliaran

Baca juga: Ingin Investasi Emas Batangan? Ini 5 Cara yang Bisa Dipilih: Tabungan Emas hingga Forex Trading

Selain melaporkan aplikasi Binomo, kata dia, pihaknya juga melaporkan pemilik serta sejumlah nama affiliator yang turut terlibat mempromosikan platform trading opsi biner tersebut.

"Kita melaporkan aplikasinya juga Binomo-nya, pemiliknya dan juga affiliatornya. Karena masing-masing korban ini kan mendaftar ke berbagai affiliator untuk jumlahnya belum final, tapi sudah ada beberapa nama dan juga yang tadi terlibat langsung dalam pelaporan ini," ungkap Finsensius.

Lebih lanjut, Finsensius meminta agar Polri menindak aplikasi binary option yang kerap memperdaya masyarakat.

Hal ini untuk mencegah adanya korban-korban lain.

"Tentu ini kan sangat membuat marah publik terutama korban ya. Jadi mereka mengharapkan satu ini ada efek jera bagi pelaku-pelaku ini dan juga tentu uangnya dikembalikan itu yang paling penting juga," tukas Finsensius

Atas perbuatannya itu, pelapor disangkakan melanggar Pasal 27 ayat (2) Undang-undang Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang perjudian online, Pasal 28 ayat (1) UU ITE tentang berita bohong yang merugikan konsumen, dan Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 tentang penipuan.

Kemudian Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Diduga Tipu Korban hingga Rp 2,4 Miliar, Aplikasi Binomo dan Affiliatornya Dilaporkan ke Bareskrim

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved