Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kasus Investasi Bodong Alat Kesehatan: Polisi Sebut Ada 4 Korban, Kerugian Capai Miliaran

Sejumlah korban penipuan dugaan investasi bodong pengadaan alat kesehatan (alkes) membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya.

Dok. HaloMoney.co.id via TribunWow.com
Ilustrasi Uang. ejumlah korban penipuan dugaan investasi bodong pengadaan alat kesehatan (alkes) membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya. 

TRIBUNTERNATE - Kasus penipuan berkedok investasi kembali terjadi.

Terbaru, sejumlah korban penipuan dugaan investasi bodong pengadaan alat kesehatan (alkes) membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya.

Para korban ini melaporkan pemilik perusahaan swasta bernama Amelita Monginsidi.

Pelaporan itu dilakukan korban karena Amelita melakukan penipuan dan menjanjikan profit dalam pengadaan alkes Covid-19.

Kuasa hukum korban, Prima Angkow mengatakan, korban ini dijanjikan profit 15-20 persen dalam pengadaan alkes oleh seorang bernama Amelita.

"Hari ini saya mendampingi pemeriksaan korban investasi bodong terkait dengan pengadaan alkes. Korbannya ada 4 orang, namun hari ini baru diperiksa 2 orang. Mungkin yang lainnya akan diperiksa lagi hari Senin besok," kata Prima di Polda Metro Jaya, Jumat (17/12/2021) malam.

Baca juga: RSDC Wisma Atlet Kemayoran Lockdown, Ini Syarat Orang yang Boleh Keluar Masuk

Baca juga: Bahas Wisata Halal Bali, Sandiaga Cerita soal Salat Jumat: Tidak Mensyariahkan Tapi Nambah Layanan

Kronologi

Adapun kronologi dugaan kasus penipuan ini bermula sejak Februari 2021.

Amelita menjanjikan keuntungan 15-20 persen dari pengadaan alkes yang ia tawarkan.

Terduga pelaku ini menggunakan sistem open slot dari para investor yang diketahui menjadi korban.

"Jadi mereka menjanjikan keuntungan minimal 15-20 persen dengan mengatasnamakan investasi alat kesehatan. Mereka menjanjikan profit itu dari setiap investasi yang masuk mereka menjanjikan keuntungan dalam waktu satu bulan beserta modalnya," jelas Prima.

Seorang korban dugaan investasi bodong ini, Elsa Laurenta menuturkan, bahwa ia merugi 400 juta.

Ia telah menyetorkan uang tersebut sejak bulan Februari hingga Desember 2021.

Elsa juga menuturkan, bahwa dalam proyek investasi bodong ini pelaku menawarkan berbagai jenis alkes.

"Kerugian saya 400 Juta. Jenis-jenis alkesnya mulai dari alat tes swab antigen, pcr, masker, dan lain-lain," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved