Jadi KSAD, Dudung Kembali Singgung soal Penurunan Baliho Rizieq Shihab: Kenapa Enggak Berani?
Jenderal TNI Dudung Abdurachman kembali menyinggung soal penurunan baliho Rizieq Shihab yang dilakukan pada 2020 lalu.
TRIBUNTERNATE.COM - Setelah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman kembali menyinggung soal penurunan baliho Rizieq Shihab yang dilakukan pada 2020 lalu.
Diketahui, saat masih menjabat sebagai Pangdam Jaya, Dudung memerintahkan TNI untuk menurunkan baliho Rizieq Shihab.
Dalam pertemuan bersama pemimpin redaksi media, Dudung mengungkapkan secara lebih rinci alasan dirinya memerintahkan TNI untuk menurunkan baliho Rizieq Shihab.
Ia mengatakan, penurunan baliho Rizieq Shihab telah melewati pertimbangan yang matang.
Selain itu, Dudung mengatakan, sebelum menurunkan baliho itu, ia telah melihat latar belakang dan sejarah bagaimana Rizieq memberikan ujaran-ujaran kebencian dan mengatakan hal bruk tentang pemimpin negara.
"Tidak serta merta baliho itu kita turunkan. Saya sudah melihat latar belakangnya, sejarahnya, bagaimana Rizieq Shihab itu memberikan ujaran-ujaran kebencian, bahkan mengatakan pimpinan negara kita yang tidak bagus," ujar Dudung yang ditayangkan di kanal Youtube KompasTV.
Durung mengaku heran, mengapa dengan perbuatan Rizieq yang seperti itu, tidak ada pihak yang berani menindaklanjuti perbuatan Rizieq.
Hal itulah yang membuat Dudung mengambil sikap untuk menurunkan baliho Rizieq Shihab.
Baca juga: Resmi Jadi Kader PKS, Narji Minta Maaf karena Sempat Dukung Aksi Tertibkan Baliho Rizieq Shihab
Baca juga: Dudung Abdurachman Gantikan Andika Perkasa Jadi Komisaris Utama PT Pindad, Ini Katanya
"Saya lihat kok kenapa enggak ada yang berani ya? Kenapa enggak berani? Dulu-dulu kok enggak berani?," kata Dudung.
Kemudian Dudung juga mengatakan, ia tidak ingin membatasi tugas apakah itu kewenangan Polri atau Satpol PP dalam menertibkan baliho Rizieq Shihab.
Menurutnya, TNI juga wajib ikut serta untuk mencegah radikalisme.
"Akhirnya saya bilang, kalau seperti ini dibiarkan, saya tidak mau itu tugas polisi, itu tugas Satpol PP, itu sudah kita lakukan dengan polisi dan Satpol PP. Kalau misalnya TNI terdiam, terus tugas TNI itu ngapain," ujarnyaa.
"Makanya saya merasa hadir di situ, saya sudah merasa tidak benar, sehingga langkah-langkah yang kita lakukan, maka saat itu saya harus berbuat karena radikalisme ini sekarang sudah sampai ke semua kalangan."
Video selengkapnya.
Dudung perintahkan TNI turunkan baliho Rizieq saat masih jabat sebagai Pangdam Jaya