Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gempa Bumi

Gempa Bumi Magnitudo 5.0 Guncang Melonguane Sulut pada Minggu Sore, Tak Berpotensi Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya gempa bumi yang terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara pada Minggu (13/2/2022). 

ntnews.co.au
Gempa bumi M 5.0 guncang Melonguane, Sulawesi Utara pada Minggu (13/2/2022) sore. 

TRIBUNTERNATE.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya gempa bumi yang terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara pada Minggu (13/2/2022). 

Gempa dengan magnitudo 5,0 mengguncang Melonguane, pada pukul 17.12 WIB. 

Menurut BMKG, episenter terletak di koordinat 5.94 Lintang Utara (LU), dan 125.59 Bujur Timur (BT).

Atau tepatnya berlokasi pada jarak 247 kilometer barat laut Melonguane. 

Gempa berpusat di laut dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"#Gempa Mag:5.0, 13-Feb-22 17:12:16 WIB, Lok:5.94 LU,125.59 BT (247 km BaratLaut MELONGUANE-SULUT), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG," tulis akun @infoBMKG.

Baca juga: Gempa Bumi M 6,6 Guncang Jepang Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami, 9 Orang Cedera

Baca juga: Ahli Kegempaan ITB Sebut Gempa Banten Bisa Jadi Alarm akan Adanya Potensi Gempa Besar

Skala MMI dalam Kejadian Gempa

Apa yang dimaksud Skala MMI itu?

Skala MMI (Modified mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa.

Skala MMI dibagi menjadi 12 berdasarkan informasi korban selamat dan kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi tersebut.

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh banyak orang dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerbah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Tiap-tiap orang kelaur rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Pada bangunan yang kontruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada banguna dengan konstruksi yang kuat.

Retak-retak pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak.

Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama seklai, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan gelap dan benda-benda terlempar ke udara.

(TribunTernate.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved