Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu Meningkat, Pakar Geologi: Bisa Terjadi Erupsi Freatik Mendadak

Meski terjadi peningkatan aktivitas, Eko menegaskan, tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih berada pada pada Level I (Normal).

Grid.id
Gunung Tangkuban Parahu (2.084 mdpl). 

TRIBUNTERNATE.COM - Gunung Tangkuban Parahu yang berada di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir.

Aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu yang meningkat ini pun mendapat sorotan dari pakar.

Bahkan, disebut-sebut gunung yang erat dengan cerita rakyat Sangkuriang dan Dayang Sumbi itu dapat meletus sewaktu-waktu.

Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono mengatakan, ada potensi bahaya dari aktivitas Gunung Tangkuban Parahu saat ini.

Yakni, berupa erupsi freatik yang bersifat tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala peningkatan aktivitas vulkanik yang jelas.

"Ini akan menghasilkan material piroklastik serta gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah," ujar Eko dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribun Jabar, Minggu (13/2/2022).

Namun, mengacu pada data pemantauan visual dan instrumental, potensi bahaya Gunung  Tangkuban Parahu, sejauh ini masih terlokalisasi.

Meski demikian, hujan abu yang lebih tipis dapat menjangkau area yang lebih luas bergantung pada arah dan kecepatan angin.

Adapun potensi erupsi besar, hingga saat ini masih belum teramati.

Baca juga: Marc Marquez Transit di Jakarta usai Tes Pramusim di Mandalika, Kata Yakarta Jadi Trending Topic

Baca juga: KPK Buka Lowongan Kerja untuk 11 Jabatan, Ini Daftarnya

Meski terjadi peningkatan aktivitas, Eko menegaskan, tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih berada pada pada Level I (Normal).

Namun, masyarakat diminta untuk tidak turun ke dasar Kawah Ratu dan tidak mendekati atau beraktivitas di sekitar kawah-kawah aktif lain di Tangkuban Parahu.

"Tingkat aktivitas ini akan dievaluasi kembali selama dua hingga tiga hari ke depan untuk antisipasi jika terjadi gejala pengingkatan aktivitas vulkanik yang signifikan," katanya.

Eko berharap masyarakat mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ini, dan tidak terpancing oleh berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Tangkuban Parahu.

"Masyarakat harus mengikuti arahan dari instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB dan K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya," ujar Eko.

Eko mengatakan, peningkatan intensitas aktivitas Tangkuban Parahu terpantau Sabtu (12/2/2022), berupa embusan gas dari Kawah Ecoma yang berada di dalam Kawah Ratu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved