Virus Corona
Orang yang Belum Vaksin Covid-19 Berisiko Terinfeksi Varian BA.1 dan BA.2 pada Waktu Berdekatan
Seseorang bisa langsung terinfeksi varian BA.2, tak lama setelah sembuh dari infeksi Omicron, khususnya pada orang yang belum divaksinasi.
TRIBUNTERNATE.COM - Menurut penelitian terbaru, seseorang bisa terinfeksi varian BA.2 tak lama setelah sembuh dari infeksi Omicron.
Namun, kasus tersebut termasuk yang jarang ditemukan.
Sebuah penelitian yang mengamati 47 kasus infeksi BA.2 yang terjadi tak lama setelah infeksi Omicron menemukan fakta bahwa fenomena ini berpengaruh pada orang yang tidak divaksinasi.
Varian BA.2 sendiri merupakan turunan dari varian Omicron yang dikenal sebagai BA.1.
Subvarian Omicron ini 1,5 kali lebih menular dibandingkan varian pendahulunya, yakni Omicron.
Bahkan, varian tersebut kini telah menjadi varian yang dominan di wilayah Inggris Raya.
Namun, para ilmuwan mengatakan, tidak ada indikasi bahwa BA.2 lebih mematikan atau lebih baik dalam menghindari kekebalan dibandingkan Omicron.
Baca juga: Update Covid-19 Indonesia Kamis, 3 Maret 2022: Tambah 37.259 Kasus Baru dan 232 Kematian
Baca juga: Subvarian Omicron BA.2 Sudah Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes RI: Ada 252 Kasus
Baca juga: Pakar Kesehatan AS Beri Peringatan: Turunnya Kasus Omicron Bukan Akhir Pandemi Covid-19
Para peneliti di Denmark telah melakukan penyelidikan terhadap 1,8 juta kasus yang dilaporkan antara 21 November 2021 hingga 11 Februari 2022 untuk mengetahui bagaimana varian itu berkembang.
Sebanyak 1.739 kasus di antaranya adalah orang-orang yang mengalami dua infeksi sekaligus, yakni varian BA.1 dan BA.2 dalam rentang waktu 20 sampai 60 hari.
Dari jumlah tersebut, 263 sampel berpasangan dipilih secara acak untuk dianalisis.
Hasilnya, 187 kasus atau 71 persen di antaranya adalah orang-orang yang terpapar Covid-19 sebanyak dua kali.
Sedangkan, 47 kasus atau 18 persen di antaranya terinfeksi Covid-19 dua kali, dari BA.1 dan BA.2.
"Tingkat infeksi ulang tampaknya rendah, mengingat tingginya 258 jumlah tes positif Covid-19 selama masa penelitian," tulis para penulis penelitian dikutip dari The Independent.
Dari 47 kasus tersebut, 42 orang di antaranya belum divaksinasi.
Dengan demikian, dapat diambil simpulan bahwa orang yang tidak disuntik vaksin Covid-19 lebih mungkin tertular BA.2 tak lama setelah terinfeksi BA.1.
Para peneliti mengatakan bahwa banyak dari kasus infeksi ulang ini terjadi pada orang di bawah usia 30 tahun.
Menurut penelitian, infeksi ulang tersebut secara keseluruhan ditandai dengan gejala ringan yang hampir sama dengan infeksi pertama, dan tidak menyebabkan seseorang harus dirawat inap atau kematian.
"Namun, sangat mengejutkan bahwa sebagian besar anak-anak dan remaja yang terinfeksi ulang."
"Padahal, anak-anak memiliki tingkat kekebalan yang lebih tinggi daripada orang dewasa yang mengembangkan kekebalan reaktif silang yang berkelanjutan," catat para peneliti.
"Hal ini dapat dijelaskan dengan insiden yang sangat tinggi di antara anak-anak pada periode studi yang dipilih, sedangkan orang dewasa dan orang tua memiliki insiden yang lebih rendah," lanjutnya.
Sebagai informasi, penelitian ini belum ditinjau oleh rekan sejawat, tetapi sudah dipublikasi karena BA.2 terus menyebar ke berbagai negara.
Di Indonesia sendiri, subvarian Omicron BA.2 sudah terdeteksi dan diperkirakan telah menyebar.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyatakan, di Indonesia kini telah ditemukan subvarian Omicron BA.2 sebanyak 252 kasus.
"Terkait BA.2, sebenarnya kita sudah mendeteksi varian ini, kalau kita lihat jumlah varian BA.2 saat ini sudah kita deteksi sekitar 252 varian BA.2," kata Nadia dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/3/2022).
Nadia pun meminta masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19, apa pun variannya.
Meski kondisi Covid-19 di Indonesia tampaknya cukup terkendali, namun masyarakat diharapkan tidak lengah.
(TribunTernate.com/Ron) (The Independent)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/chin43.jpg)