KAHMI Maluku Utara Tolak Jokowi Lanjut, Bahkan Ancam Kumpulkan Massa Bila Dipaksakan
Penolakan penundaan pemilu serta perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir.
Penulis: Randi Basri | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM -Penolakan penundaan pemilu serta perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) terus bergulir.
KAHMI Maluku Utara misalnya juga menolak wacana tersebut.
Bahkan, mereka juga mengancam akan mengumpulkan masa menolak Pemilu ditunda.
Sekretaris Umum KAHMI Maluku Utara Hasby Yusuf menegaskan, sejak awal memang KAHMI sudah nyatakan sikap menolak masa Jokowi tiga periode.
Alasannya, ini berkaitan dengan amanat reformasi dimana mengamanahkan bahwa masa jabatan Presiden hanya dibatasi dua priode dan itu sudah diamandemen oleh konstitusi.
Selain itu pembatas jabatan Presiden dipahami agar masyarakat tidak lagi terjebak oleh absolutisme
politik yang syarat dengan otoritarianisme yang selama ini dialami masyarakat pada jaman orde baru.
“Olehnya kami menilai para elit yang menggelorakan tentang perpanjangan masa jabatan Presiden serta penundaan pemilu itu para elit yang lebih kekuasaan politiknya cukup tinggi yang bisa merusak sistem negara,” jelas Hasby Yusuf.
Baca juga: Kongres Asprov PSSI Maluku Utara Ditunda, Entah Sampai Kapan
Baca juga: Deretan Penyanyi yang Berulang Tahun di Bulan September, Ada Acha Septriasa hingga Iwan Fals
Untuk itu denga isu ini tentu masyarakat Maluku Utara nyatakan sikap secara tegas menolak wacana tersebut.
ketika dipaksakan tentu akan ada opsi lain untuk mengiring wacana ini.
"Kami tetap menolak wacana tersebut ketika dipaksakan maka akan kami melakukan dengan opsi lain dan itu jangan melarang masyarakat ketika mendesak dengan opsi lain dalam tuntutan dari berbagai cara untuk menolak perpanjangan masa jabatan presiden," tegasnya.
(Tribunternate.com/Randi Basri)