Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kecelakaan China Eastern Airlines

Spekulasi Tim Penyelamat China Eastern AIrlines: Intensitas Kobaran Api Bakar Penumpang & Barangnya

Upaya penyelamatan penumpang China Eastern Airlines yang telah dilakukan sejak semalam , belum membuahkan hasil.

The Straits Times
Upaya penyelamatan penumpang China Eastern Airlines yang telah dilakukan sejak semalam di daerah hutan lebat di Guangxi, tepat di mana pesawat China Eastern Airlines terjatuh, belum membuahkan hasil. 

Selain itu, ada juga berita dari sebuah harian provinsi China yang melaporkan bahwa seorang wanita mengatakan enam anggota keluarga dan teman-temannya sedang dalam penerbangan ke Guangzhou, di mana mereka akan menghadiri pemakaman.

Sementara itu, tim penyelamat mengatakan bahwa gelapnya malam hari di dalam hutan di pegunungan yang gelap, telah menghambat upaya pencarian dan penyelamatan.

Tim penyelamat berada di lokasi kecelakaan pesawat di kota Wuzhou, di wilayah Guangxi selatan China pada Senin 21 Maret 2022.
Tim penyelamat berada di lokasi kecelakaan pesawat di kota Wuzhou, di wilayah Guangxi selatan China pada Senin 21 Maret 2022. (AFP via The Straits Times)

Tim penyelamat juga mengatakan bahwa tidak ada aliran listrik di daerah tersebut.

Menurut laporan dari stasiun TV pemerintah China, CCTV, untuk mengatasi kendala ini, sebuah stasiun pangkalan pesawat tak berawak telah didirikan untuk meningkatkan jangkauan telekomunikasi.

Selain itu, puluhan tenda juga telah didirikan dengan ambulans siap dengan harapan menemukan korban selamat.

Namun, pejabat pemerintah China memperkitakan hujan lebat yang diprediksi akan turun selama sisa minggu ini, sepertinya akan semakin memperumit operasi penyelamatan di daerah pegunungan itu.

Wakil Perdana Menteri Liu He dan Anggota Dewan Negara Wang Yong, yang bertanggung jawab atas upaya penyelamatan, telah menuju lokasi kecelakaan, yang terletak dekat perbatasan dengan Guangdong.

Menurut laporan People's Daily, sebuah konferensi pers resmi diharapkan akan dilaksanakan beberapa hari ke depan.

Sementara itu di Bandara Baiyun Guangzhou, di mana pesawat seharusnya tiba tak lama setelah pukul 3 sore pada hari Senin, ruang tunggu khusus telah disediakan untuk kerabat penumpang pesawat.

Baca juga: Dua Tahun Dilarang Terbang, Pesawat Boeing 737 Max Singapore Airlines akan Kembali Beroperasi

Baca juga: Kisah Seorang Pria yang Jadi Penumpang Satu-satunya dalam Pesawat Boeing 777 Berkapasitas 360 Orang

Staf menunggu untuk memandu kerabat penumpang pesawat China Eastern Airlines ke area ruang tunggu di Bandara Baiyun Guangzhou.
Staf menunggu untuk memandu kerabat penumpang pesawat China Eastern Airlines ke area ruang tunggu di Bandara Baiyun Guangzhou. (AFP via The Straits Times)

Selain itu, pemerintah China juga telah mensterilkan lima hotel di Kabupaten Teng untuk anggota keluarga penumpang pesawat China Eastern Airlines.

Sementara itu, data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat berusia enam tahun itu terbang dengan lancar di jalur penerbangannya, sampai tiba-tiba hilang kendali di ketinggian sekitar pukul 14.20, dan terjun dari ketinggian sekitar 8.000 m dalam dua menit.

Rekaman kamera pengawas dari perusahaan pertambangan lokal menunjukkan hidung pesawat menukik sebelum menabrak hutan lebat di penungan.

Diketahui, pesawat tersebut bukanlah Boeing 737 Max, model yang dilarang terbang di seluruh dunia setelah dua kecelakaan maut yang terjadi di Indonesia dan Ethiopia.

Pesawat yang terlibat dalam kecelakaan Senin lalu adalah Boeing 737-800, yang secara umum dianggap sebagai salah satu pesawat teraman yang pernah dibuat.

China Eastern Airlines adalah maskapai penerbangan terbesar kedua di China berdasarkan jumlah penumpang.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved