Amankah BBM Pertamax Digunakan untuk Motor Keluaran Lama? Ini Penjelasan Ahli
Kandungan RON 92 dalam Pertamax membuat pembakaran mesin lebih sempurna, membuat mesin awet, dan lebih irit. Lalu, apakah boleh diisi di motor jadul?
TRIBUNTERNATE.COM - Bolehkah motor keluaran lama alias jadul menggunakan Bahan Bakan Minyak (BBM) jenis Pertamax sebagai bahan bakar?
Seperti diketahui, BBM jenis Pertamax memiliki kandungan Research Octane Number (RON) tinggi, yakni RON 92.
Hal tersebut membuat Pertamax lebih unggul daripada bensin jenis Premium dan Pertalite.
Sebab, Pertamax dapat membuat pembakaran mesin menjadi lebih sempurna dan tidak meninggalkan residu.
Tak hanya itu, Pertamax RON 92 juga dapat membuat umur mesin kendaraan lebih panjang dan lebih irit.
Namun demikian, kelebihan Pertamax yang disebutkan itu hanya berlaku bagi motor dengan kompresi tinggi atau motor keluaran tahun 2000-an.
Kelebihan Pertamax tersebut tidak berlaku bagi motor jadul, sebab beberapa motor jadul yang diisi Pertamax mesinnya justru menjadi sering bermasalah.
Selain itu, jika digunakan di motor jadul, Pertamax terkadang juga menyebabkan mesin 'ngelitik'.
'Ngelitik' sendiri adalah kondisi di mana mesin menjadi panas hingga akhirnya menyebabkan kerusakan.
Hal tersebut pun dijelaskan oleh Ahli Konversi Energi, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Institut Teknologi Bandung (ITB) Profesor Tri Yuswidjajanto.
Baca juga: Harga BBM Pertamax akan Naik Rp16 Ribu per Liter, Apa Sebenarnya Kelebihan Pertamax untuk Kendaraan?
Baca juga: Sudah Berlaku, Ini Daftar Harga Terbaru BBM Jenis Pertamax Turbo hingga Dexlite di Sejumlah Daerah

Tru Yuswidjajanto menjelaskan kekurangan Pertamax untuk motor jadul dengan mengambil contoh Honda Astrea Grand keluaran tahun 80-an.
"Motor tua seperti Astrea Grand jika memakai Pertamax Kemudian mati dan 'ngelitik', ignition timing-nya harus diatur secara manual."
"Kika ignition timing sudah diatur, maka performa akan naik dan masalah tadi hilang," ujar Tri Yuswidjajanto dikutip dari TribunJualBeli, Kamis (31/3/2022).
"Jika tidak di-setting dan menyesuaikan, motor akan 'ngelitik', loyo dan akhirnya saat dipakai mati-mati", imbuhnya.
Perlu diketahui, ignition timing salah satu sistem pengapian pada kendaraan.