Nikel Maluku Utara
Direktur BKPM: Ini Andil Maluku Utara Terhadap Perkembangan Nikel Nasional
Salah satu penghasil nikel nasional ialah Maluku Utara. Nikel menjadi bahan baku utama mobil listrik, Kamis (31/3/2022).
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Sebagai salah satu daerah penghasil nikel terbesar di Indonesia.
Maluku Utara menjadi daerah incaran para investor, baik dalam maupun luar negeri.
Menurut Direktur Perencanaan Manufaktor Badan Koordimasi Penanaman Modal (BKPM), Alma Karma.
Di masa depan, mobil listrik akan menjadi primadona. Di mana 30 persen bahan baku utamanya ialah nikel.
"Kita ketahui sumber daya nikel nasional sebesar 11,7 miliar ton, sedangkan cadangan biji nikel sebesar 4,5 miliar ton.
"Yang mana Maluku Utara menyumbang kurang lebih 30 persen, dari cadangan nikel nasional, "katanya saat mengikuti launching TribunTernate.com, Kamis (31/2/2022) sore.
Dengan satu dari sekian kekayaan alam tersebut, Maluku Utara menjadi daerah incaran para investor.
Salah satu negara, yang menjadi investor nasional ialah Korea.
Yang mana kurun waktu lima tahun terakhir, sektor sekunder menjadi sektor primadona dalam struktur penanaman modal asing (PMA) di Maluku Utara.
"Kontribusi sektor industri logam dasar 77 persen; pertambangan 15 persen; perumahan, kawasan industri dan perkantoran 4 persen; serta listrik, gas, dan air 3 persen, "jelas Alma Karma.
Sementara sektor sekunder masih menjadi sektor dominan, dalam struktur penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Maluku Utara.
"Kontribusi sektor industri logam dasar 45 persen; pertambangan 18 persen; listrik, gas, dan air 15 persen; serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran 10 persen, "paparnya.
"Dan lagi, terkendala Pandemi Covid 19. Pertumbuhan realisasi investasi di sektor industri logam, mengalami penurunan pada 2019, "sambung Alma Karma.
Lantas, Maluku Utara di posisi berapa dalam realisasi investasi nasional?
Data BKPM RI mencatat, Maluku Utara berada pada posisi 8 dari atas. Dengan realiasi PMA sebesar USD 7,3 miliar atau 4 persen dari total investasi nasional.
Sedangkan untuk PMDN, Maluku Utara berada di posisi 5 dari bawah. Dengan realisasi Rp 7,4 triliun atau 0,4 persen dari total invenstasi nasional.
"Prinsipnya, investasi dalam dan luar negeri di Maluku Utara terua didorong. Kenapa? Karena kedepan, potensi nikel di Maluku Utara sangat luar biasa, "tandas Alma Karma mengakhiri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/webinar-tt.jpg)