BBM
BREAKING NEWS: Dua Warga Alami Sesak Nafas ,Warga Ungkap Itu Akibat Dari Tumpahan Minyak Pertamina
Salah seorang warga Aldriyan Ishak mengatakan, ada warga yang sesak nafas akibat tumpahan BBM jenis Solar dan Pertamax milik Pertamina.
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM- Setelah minyak milik Pertamina tumpah di laut seputar Kelurahan Jambula pada Selasa (5/4/2022) lalu.
Dampaknya mulai dirasakan warga setempat. .
Salah seorang warga Aldriyan Ishak mengatakan, ada warga yang sesak nafas akibat tumpahan BBM jenis Solar dan Pertamax milik Pertamina.
"Sejauh ini ada dua warga sesak nafas. Untungnya, satu dapat diselamatkan, karena dia di lautan," ungkap Aldriyan.
Sayangnnya, atas kejadian itu dari pihak Pertamina enggan berkomentar kata Aldriyan.
Sehingga, sejumlah warga turun ke jalan melakukan pemalangan menggunakan kayu serta ban bekas.
Pantaun Tribunternate.com, Kamis (7/4/2022), Kondisi air laut di sekitar pantai Jambula, Kecamatan Ternata Pulau, Kota Ternate, Maluku Utara, berwarna cokelat dan tampak berminyak.
Itu disinyalir tercampur tumpahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan Pertamax.
Atas kejadian tersebut warga menuntut Pertamina bertanggungjawab.
Baca juga: BREAKING NEWS: Air Laut Sekitar Jambula Berwarna Cokelat, Diduga Itu Bekas Tumpahan Minyak Pertamina
Namun, permintaan masyarakat itu rupanya diabaikan.
Alahsil, mereka menggelar aksi sekaligus memalang akses masuk TBBM.
Itu sebabnya, pihak Pertamina belum bisa beraktifitas sementara waktu.
Upaya negosiasi dari pihak Pertamina ditolak masyarakat.
Negosiasi dari Pertamina diwakilkan Sebedeus Pangandaheng.
"Kami sudah berkoordinasi dengan tim di pusat, besok mereka akan datang untuk mendengarkan aspirasi masyarakat Jambula," janji Sebedeus, Kamis (7/4/2022).
Pernyataan Sabadeus itu ternyata membuat masyarakat semakin tersinggung karena harus menunggu sampai besok.
"Kalau bapak tunggu tim dari pusat silahkan. Yang pasti kami akan boikot jalan sampai kalian bertanggung jawab,"Teriak koordinator aksi Aldriyan Ishak.
Hingga artikel ini diterbitkan masyarakat masih memalang gerbang TBBM. (*)