BBM
Pintu Masuk Pertamina Jambula Dibuka, Warga Kasih Waktu Hingga Besok Siang Pukul 11.00 WIT
Setelah berunding panjang ahirnya pemalangan pintu masuk TBBM milik Pertamina di Kelurahan Jambula dibuka. Pemalangan pintu dibuka sampai besok.
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM-Setelah berunding panjang ahirnya pemalangan pintu masuk TBBM milik Pertamina di Kelurahan Jambula dibuka.
Pemalangan pintu dibuka sampai besok Jumat (8/4/2022) pukul 11.00 WIT.
"Kita menunggu sampai besok jam 11. Kalau lewat dari jam yang disepakati, torang (kita) boikot jalan lagi," Teriak Aldriyan selaku Koordinator aksi.
Pembukaan kembali pintu masuk TBBM, setelah sejumlah warga berkoordinasi langsung dengan Ausel.
Ausel adalah Manager HSSE Pertamina.
Komunikasi melalui telepon seluler sekitar pukul 15.20 wit dan ahirnta ada kesepakan membuka semua palang.
Baca juga: BREAKING NEWS: Dua Warga Alami Sesak Nafas ,Warga Ungkap Itu Akibat Dari Tumpahan Minyak Pertamina
Baca juga: BREAKING NEWS: Air Laut Sekitar Jambula Berwarna Cokelat, Diduga Itu Bekas Tumpahan Minyak Pertamina
"Sore ini kami sudah tiba di Bandara Makassar. Besar kemungkinan besok jam setengah sebelas kita bertemu perwakilan warga di lapangan," Janji Ausel kepada warga, Kamis (7/4/2022).
Situasi terkini warga telah membuka blokade jalan masuk Pertamina.
Sebelumnya, upaya negosiasi dari pihak Pertamina ditolak warga.
Mereka tetap bersikeras memboikot akses masuk Pertamina.
Negosiasi dari Pertamina diwakilkan Sebedeus Pangandaheng.
Pantauan Tribunternate.com, air laut di sekitar pantai Jambula berwarna cokelat dan tampak berminyak.
Disinyalir itu adalah bekas tumpahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan Pertamax.
Informasi beredar, tumpahnya BBM ke air laut Jambula terjadi pada Selasa (5/4/2022).
Atas kejadian ini masyarakat sekitar meminta agar Pertamina bertanggungjawab.
Namun, permintaan masyarakat itu rupanya diabaikan.
Maka itu, Kamis (7/4/2022) masyarakat menggelar aksi sekaligus memalang akses Pertamina.
Alhasil, hampir seharian aktifitas Pertamina harus terhenti. (*)