Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pengamat Nilai Saat Ini Bukan Momen Tepat untuk Rencana Kenaikan BBM Solar dan Pertalite

Pengamat BUMN Herry Gunawan menilai, saat ini bukan momen yang tepat di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri.

Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
ILUSTRASI Petugas mengisi bahan bakar minyak jenis Pertalite di SPBU jalan Ahmad Yani, Kota Semarang, Jateng, Senin (18/1/2016). Pengamat BUMN Herry Gunawan menilai, saat ini bukan momen yang tepat di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri. 

TRIBUNTERNATE.COM - Masyarakat dihadapkan dengan naiknya harga kebutuhan pokok dalam beberapa waktu terakhir.

Setelah kenaikan harga minyak goreng dan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax, kemungkinan Pemerintah akan melakukan penyesuaian harga BBM jenis Pertalite dan Solar.

Rencana Pemerintah yang akan kembali melakukan penyesuaian harga BBM jenis Pertalite dan Solar mendapat sorotan dari kalangan masyarakat.

Pengamat BUMN Herry Gunawan menilai, saat ini bukan momen yang tepat di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri.

“Momennya tidak tepat. Beban masyarakat sedang tinggi-tingginya. Pendapatan masyarakat juga tidak mengalami kenaikan. Apalagi ini masyarakat baru selesai melewati masa Covid-19,” kata pria yang akrab disapa Herry Gun dalam keterangannya, hari ini (15/4/2022).

Di sisi lain, Herry bisa memahami bahwa beban yang harus ditanggung Pemerintah untuk subsidi BBM cukup besar.

Terlebih di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Rusia-Ukrania.

Apalagi terjadi disparitas antara harga jual dengan harga keekonomian.

Baca juga: Analis: Jika Harga Pertalite hingga LPG 3 Kg Naik, Inflasi akan Tinggi dan Warga Miskin Meningkat

Baca juga: Ada Sinyal Tarif Listrik Bakal Naik, Susi Pudjiastuti: Sebaiknya Setiap Kenaikan Disertai Penjelasan

Baca juga: BI Sebut Utang Luar Negeri Indonesia Masih Terkendali Meski Jumlahnya Dekati Rp6.000 Triliun

“Memang harga jual Pertalite saat ini masih terlalu jauh dibandingkan harga keekonomian. Tapi ini persoalan momentum,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pertalite dan Biosolar merupakan produk subsidi. Jadi kewenangan penentuan harga adalah pada Pemerintah, bukan Pertamina.

Dan selama ini, lanjut Herry, subsidi Pemerintah ke Pertalite dan Solar cukup besar.

Begitupun, lanjut Herry, harus juga dipikirkan kondisi psikologis masyarakat. Jadi, bukan hanya persoalan rasionalitas.

Oleh karena jika berpikir persoalan rasionalitas tentang kenaikan harga, makanya bisa dilakukan melalui Pertamax non subsidi. Dan kenaikan tersebut sudah dilakukan.

Belum lagi, lanjut Herry, bahwa kondisi saat ini masih ditambah dengan kenaikan harga komoditas sandang dan pangan menjelang lebaran.

Akibatnya, masyarakat memang harus merogoh koceknya lebih dalam.

“Dengan demikian, pemerintah memang seharusnya meredam rencana kenaikan Pertalite dan Solar dulu. Jika nanti habis Lebaran kondisinya sudah membaik dan lebih stabil, di situlah momentumnya,” sambung dia.

“Konstribusi pengeluaran dari konsumsi rumah tangga sekitar 85 %. Kalau konsumsi rumah tangganya ditekan dengan berbagai kenaikan ini bisa berdampak terhadap daya beli masyarakat,” tutup Herry.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rencana Kenaikan BBM Solar dan Pertalite, Pengamat: Bukan Momen yang Tepat

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved