Gunung Anak Krakatau Erupsi, Apakah Pengaruhi Penyebrangan Angkutan Lebaran? Ini Penjelasannya
Menurut keterangan Yusuf kepada awak media, PT ASDP Indonesia Ferry telah mengantisipasi hal ini sejak lama.
TRIBUNTERNATE.COM - Direktur Komersial dan Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry, Yusuf Hadi, memberikan keterangan tentang kondisi penyeberangan kapal laut terkait pelayanan angkutan lebaran menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Menurut keterangan Yusuf kepada awak media, PT ASDP Indonesia Ferry telah mengantisipasi hal ini sejak lama.
Selain itu, menurut Yusuf, pihaknya juga telah mengadakan latihan sebagai antisipasi menghadapi kondisi darurat.
"Untuk antisipasi Gunung Anak Krakatau, itu jauh hari pada tanggal 24 Maret kami sudah latihan menghadapi antisipasi kondisi darurat," kata Yusuf kepada para wartawan yang ditayangkan di kanal Youtube KompasTV, Selasa (26/4/2022).
Dikatakan Yusuf, PT ASDP Indonesia Ferry juga berkoordinasi dengan BMKG dan otoritas pelabuhan untuk mengantisipasi erupsi susulan.
"Dan kita tetap mengacu pada sinyal dari BMKG yang dikendalikan oleh otoritas pelabuhan," ujarnya.
Kemudian, Yusuf mengatakan, kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini belum mengganggu pelayanan angkutan lebaran.
"Saat ini kondisi masih normal."
"Memang sudah ada informasi dari BMKG tapi kondisi di lapangan dan pelayaran masiih normal," pungkasnya.
Video selengkapnya.
Baca juga: Kepala BMKG Sebut Wilayah Selat Sunda Berpotensi Terjadi Tsunami, Tinggi Gelombang Capai 8 Meter
Baca juga: Ahli Kegempaan ITB Sebut Gempa Banten Bisa Jadi Alarm akan Adanya Potensi Gempa Besar
BMKG Minta Pemda dan BPBD Siapkan Rencana Evakuasi
Sebelumnya, sejak erupsi pertama pada pertengahan April lalu, status Gunung Anak Krakatau kini telah meningkat dari level 2 (waspada) menjadi level 3 (siaga).
Untuk itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati meminta kepada pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyiapkan rencana evakuasi.
Langkah tersebut, lanjut Kepala BMKG, perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi krisis.
"Ini kan masih di level kesiapsiagaan, masih potensi, jadi levelnya masih waspada. Namun, barangkali BPBD atau pemerintah daerah setempat seyogianya sudah mulai menyiapkan kontingensi plan."