Sasadu Rumah Adat di Halmahera Barat yang Syarat Filosofis, Tanpa Dinding Punya Banyak Pintu

Rumah adat Sasadu merupakan bangunan adat di Halmahera Barat yang masih dijaga keaslianya hingga sekarang.

Penulis: Faisal Amin | Editor: Muhammad Husain Sanusi
Tribunternate.com/Faisal Amin.
Salah satu Rumah Adat Sasadu Suku Sahu yang berada di Desa Hoku Hoku Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. 

TRIBUNTERNATE. COM - Kabupaten Halmahera Barat memiliki bermacam keunikan dan keanekaragaman budayanya yang masih dijaga dan dirawat oleh masyarakat Halmahera Barat.

Salah satunya yaitu rumah Adat Sasadu Suku Sahu.

Rumah adat Sasadu merupakan bangunan adat yang masih dijaga keaslianya hingga sekarang.

Rumah adat ini dijadikan sebagai tempat ritual adat, tempat pertemuan, penjamuan tamu adat, dan tempat musyawarah adat.

Rumah adat Sasadu berbentuk segi delapan, dengan atap berbentuk piramida.

Tiang Rumah adat ini ada 22 tiang, yang terdiri dari delapan tiang induk dan 12 tiang kerangka atap luar.

Meskipun banyak tiang, yang membuat Rumah adat suku Sahu ini menjadi unik adalah.

Bangunan ini tidak memiliki dinding namun memiliki banyak pintu, sebanyak delapan pintu.

Pintu-pintu tersebut menunjukan delapan arah mata angin, dan bermakna, bahwa semua orang dapat masuk.

BACA JUGA:

Baca juga: Sandiaga Uno Hadiri Acara Puncak Tokuwela, Dijadwalkan Tanggal 13 Mei Tiba di Morotai

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved