Putra Ridwan Kamil Hilang di Swiss
Momen Sebelum Eril Berangkat ke Swiss, Asisten Ridwan Kamil: 'Ditanya ke Mana Perginya, Nggak Jawab'
Asisten keluarga Ridwan Kamil mengungkap gelagat aneh Emmiril Khan Mumtadz saat momen terakhir pertemuan mereka sebelum Eril berangkat ke Swiss.
TRIBUNTERNATE.COM - Sudah hampir satu pekan putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (23) hilang.
Diketahui, pemuda yang akrab disapa Eril itu dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Aare, Bern, Swiss saat berenang bersama adiknya, Camellia Laetitia Azzahra dan seorang temannya pada Kamis (26/5/2022) lalu.
Upaya pencarian pun terus dilakukan.
Sementara itu, kesedihan masih dirasakan oleh keluarga dan orang-orang terdekat Eril, termasuk asisten keluarganya, Hendar Zaihanan.
Hendar mengungkap gelagat aneh Emmiril Khan Mumtadz saat momen terakhir pertemuan mereka sebelum Eril berangkat ke Swiss.
Sang asisten mengakui ada perilaku Eril yang berbeda ketika hendak berangkat ke Swiss.
Sementara, ia baru mengetahui berita tentang hilangnya Eril sehari setelah kejadian.
"Saya tahunya itu pagi hari Jumat, kejadiannya hari Kamis kan. Saya tahunya Jumat jam 7 pagi. Saya sangat kaget banget itu," tutur Hendar dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Intens Investigasi, Selasa (31/5/2022).
Baca juga: Update Pencarian Emmeril Kahn: Pihak Keluarga Susul ke Swiss, Beri Ridwan Kamil Dukungan Moril
Baca juga: Ikhlas Apa pun Takdir Emmeril, Keluarga Ridwan Kamil Siapkan Skenario dan Konsultasi dengan Ulama
Baca juga: Pencarian Hari ke-6 Eril, Ridwan Kamil Terjun Langsung Telusuri Sungai, Hujan Badai jadi Kendala
Mendengar berita itu, Hendar mengaku, mendadak seluruh tubuhnya seolah kehilangan tenaga.
Untuk berdiri saja, ia tak sanggup.
"Saya di situ sampai gak bisa berdiri, sampai duduk," ucap Hendar sembari menahan tangis.
Belasan tahun bekerja di keluarga Gubernur Jawa Barat tersebut, Hendar mengaku tahu betul sosok Eril.
Hendar yang sudah paham kebiasaan Eril merasa ada hal yang tak biasa ketika majikannya tersebut berangkat ke Swiss.
"Waktu dia mau berangkat agak aneh gitu, nggak seperti hari-hari biasa. Dia itu pas mau berangkat kan ke Pakuan dulu, bawa koper dari sana di sini gak ada koper. Dia turun dari mobil bawa koper jalan sendiri, jalannya nunduk, dia gak ngomong," tutur Hendar.
Baca juga: Update Pencarian Emmeril: Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Swiss yang Selamatkan Putrinya
Baca juga: Emmeril Kahn Masih Belum Ditemukan, Ridwan Kamil: Semoga Allah Memudahkan Ikhtiar Ini

Melihat Eril membawa koper, Hendar bertanya apakah sulung Ridwan Kamil tersebut hendak pergi.
Namun ketika ditanya Hendar, Eril hanya menjawab seadanya.
"Waktu dia (Eril) mau berangkat, agak aneh, nggak seperti hari-hari biasa. Pas mau berangkat kan dia ke Pakuan dulu, pas turun dari mobil, dia bawa sendiri, jalannya nunduk. Pas saya tanya 'A Eril mau pergi? Pergi ke mana?"
"Dia (Eril) nggak jawab. Terus (tanya lagi) 'berapa lama perginya?,' Dia enggak jawab," ungkap Hendar Zaehanan.
Bukan hanya itu, sikap tak biasa Eril berlanjut ketika ia tengah membereskan pakaiannya.
Diakui Hendar Zaehanan, Eril biasanya meminta bantuannya untuk packing.
Namun sebelum pergi ke Swiss, Eril justru mengemas sendiri pakaiannya.
"Biasanya dia (Eril) suka minta bantuin (bawa beresin barang). Kemarin nggak. Dia beresin sendiri. Dia bawa koper dari atas ke bawah, koper segitu gedenya, dia bawa sendiri," kata Hendar Zaehanan.
Baca juga: Adik Ridwan Kamil Sebut Emmeril Kahn Mumtadz Pandai Berenang, Ingin Jaga Keluarga yang Lain
Baca juga: Update Pencarian Emmeril Kahn: Putra Ridwan Kamil Sempat Teriak Help dan Larang Ibunya Berenang
Baca juga: Profil Putra Sulung Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz: Lahir Saat Sang Ayah Tempuh S2 di AS
Momen tersebut, diceritakan Hendar, merupakan momen terakhir pertemuannya dengan Eril.
Hendar menahan tangis mengenang sosok Eril.
Sejak usia Eril 8 tahun, Hendar Zaehanan menyebut putra Ridwan Kamil adalah sosok yang cerdas lagi mandiri.
"Dia orangnya sangat mandiri dari kecil. Kalau habis tidur, dia selalu beresin kamar sendiri, jadi enggak tergantung ke pekerja. Walaupun saya tugasnya membantu, tapi dia beres-beres juga. Dia enggak pernah menganggap yang kerja itu sebagai pekerja. Dia menganggap pekerja itu seperti keluarga," papar Hendar Zaehanan.
Kini di tengah keberadaan Eril yang masih belum diketahui, Hendar kerap menangis.
Hendar kerap naik ke atas kamar Eril dan nelangsa melihat suasananya.
Baca juga: Upaya Pencarian Putra Ridwan Kamil: Mengenal Yellow Notice yang Diajukan Polri ke Interpol Swiss
Baca juga: Putra Sulung Ridwan Kamil Terseret Arus Sungai di Swiss, Akun Instagramnya Dibanjiri Doa dan Harapan
"Saya kalau naik ke atas, ke kamar, suka meneteskan air mata, karena teringat, sepi, ingat beliau. Ada berita di TV, suka nangis," imbuh Hendar Zaehanan.
Tak bisa berbuat banyak, Hendar Zaehanan hanya bisa mendoakan Eril. Ia juga meminta agar masyarakat turut mendoakan Eril.
"Saya berdoa setiap malam, setiap solat, saya berdoa semoga Aa Eril ditemukan sehat walafiat. Tetapi kalau Allah berkehendak lain, saya terima. Apa pun keadaannya, Aa tetap harus ketemu," kata Hendar.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Asisten Ceritakan Momen Terakhirnya dengan Eril Sebelum Berangkat ke Swiss