Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Pemerintah Sebut akan Hapus Kebijakan PPKM Jika Kasus Covid-19 Terus Membaik

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut bahwa ada kemungkinan PPKM leveling akan dihentikan karena kasus Covid-19 terus membaik.

WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
ILUSTRASI Situasi Covid-19 di Indonesia - Warga memakai masker saat berada di jalur pedestrian Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (18/5/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Sebulan berlalu setelah Hari Raya Idulfitri, kasus Covid-19 di Indonesia tak menunjukkan tanda-tanda kenaikan.

Hal tersebut juga membuat sebagian besar wilayah di Indonesia berada di level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang rendah.

Bahkan, pada Selasa (7/6/2022), hanya ada satu kabupaten yang berstatus PPKM level 2, yakni Kabupaten Teluk Bintan.

Sementara itu, wilayah lainnya di Nusantara sudah berada pada PPKM level 1.

Dengan begitu, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut, ada kemungkinan PPKM akan dihentikan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kemendagri, Safrizal, kepada wartawan di Kompleks Parlemen Jakarta, Selasa (7/6/2022).

"Hari ini masih 350 kasus, tapi kita ingin melihat perkembangan 1-2-3 minggu ke depan."

"Kalau terus membaik, bisa jadi (PPKM) dihentikan," ujar Safrizal dikutip dari Kompas.com, Selasa (7/6/2022).

"Namun demikian, semua tergantung keputusan Bapak Presiden," tambahnya.

Baca juga: Sederet Jabatan Luhut Binsar Pandjaitan: Urus PPKM Darurat hingga Pemulihan Ekonomi PascaCovid-19

Baca juga: Jubir Satgas Covid-19: PPKM Leveling akan Terus Berlanjut sampai Pandemi Terkendali

Baca juga: Menkes Soal Kebijakan Bebas Masker: Tunggu Jika Tren Covid-19 Menurun hingga Pertengahan Juni 2022

ILUSTRASI PPKM Covid-19 - Suasana di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (11/7/2021).
ILUSTRASI PPKM Covid-19 - Suasana di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (11/7/2021). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Lebih lanjut, Safrizal mengatakan bahwa pemerintah mengalokasikan waktu satu bulan untuk penerapan PPKM saat ini.

Dalam rentang waktu tersebut, PPKM akan terus dievaluasi setiap pekannya, baik untuk wilayah Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali.

"Nanti dilihat. Jadi, kita persiapan penentuan apakah ini endemi apa belum."

"Ini agak panjang diberikan 1 bulan, namun setiap minggu, misalnya minggu depan akan dievaluasi."

"Kalau kondisinya masih sama, nanti dievaluasi minggu berikutnya, sampai 1 bulan," jelas dia.

Pemerintah, lanjut Safrizal, bakal menganalisis sebab di balik fluktuasi kasus Covid-19 tiap minggunya.

"Misalnya bukan hanya lihat angkanya naik, tapi kenapa naik?"

"Maka kami imbau kepada seluruh pemerintah daerah, setiap ada kasus, jangan lupa tracing mencari penyebabnya dan sumbernya," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Hampir Seluruh Daerah Level 1, Kemendagri Ungkap Kemungkinan PPKM Dihentikan

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved