Kabar Artis

Bicara Soal Tuntutan Menikah, Cinta Laura: Aku Belajar Tidak Tertekan Sama Persepsi Orang Lain

Cinta Laura hanya menegaskan bahwa dirinya tidak menggantungkan kebahagiaannya pada orang lain.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Ronna Qurrata Ayun
Instagram/claurakiehl
Cinta Laura membahas tentang alasan mengapa saat ini dirinya masih sendiri. 

Ia hanya meyakini bahwa setiap orang berhak memegang kendali dalam hidupnya sendiri, dan menentukan apa yang ideal bagi pribadi masing-masing.

Baca juga: Jenazah Eril Utuh Meski Sudah 14 Hari, Ridwan Kamil Beri Penjelasan Ilmiahnya secara Singkat

Baca juga: Terlalu Hayati Peran Sebagai Pria yang Selingkuh, Eza Gionino Diprotes Istri hingga Mertua

Baca juga: Selesai Masa Rehabilitasi, Ardhito Pramono Izin Kembali Berkarya Usai Terjerat Kasus Narkoba

Cinta menilai, tak perlu merisaukan omongan orang lain dan dirinya telah belajar untuk tidak merasa tertekan hanya karena persepsi orang lain.

Menurut Cinta, setiap orang memiliki timeline masing-masing.

Sebab, patokan target untuk beberapa level usia seseorang, termasuk menikah usia berapa, itu hanyalah konstruksi sosial yang bersifat subjektif, bukan objektif.

Jadi, Cinta memilih untuk menjalani kehidupannya sesuai timeline yang ia atur sendiri.

"Menurut aku semua orang punya hak untuk punya persepsi tentang apa itu hidup yang ideal. Dan kita nggak bisa control cara berpikir orang lain atau reaksi orang lain terhadap pilihan hidup kita. Tapi at the same time, at the end of the day hidup kita ya emang hidup kita. Jadi ya.. orang mau ngomong apa. Kalau buat aku pribadi, aku belajar tidak merasa pressured dari persepsi orang lain," terang Cinta.

"Karena timeline atau jangka waktu yang udah diberikan masyarakat kita kepada laki-laki dan perempuan, misalnya umur 20 gini, 25 gini, umur 30 gini, itu semua adalah konstruksi sosial. Yang berarti, kalau suatu hal adalah konstruksi sosial, hal tersebut adalah sesuatu yang subjective, bukan objective. Jadi, aku nggak akan mengikuti sebuah timeline yang udah dibuat oleh seseorang manusia yang persepsinya subjektif. Aku akan melakukan apa yang tepat buat hidup aku, yang buat aku nyaman di waktu aku sendiri," lanjutnya.

Cinta Laura
Cinta Laura (Instagram/claurakiehl)

Baca juga: Belum Terpikir untuk Menikah, Cinta Laura: Kalau Kita Belum Bahagia, Gimana Bisa Bahagiain yang Lain

Baca juga: Akui Dirinya Hemat, Cinta Laura Selalu Merasa Bersalah setiap Membeli Barang-barang yang Mahal

Selain itu, wanita kelahiran Quakenbrück, Jerman 17 Agustus 1993 itu menambahkan bahwa ada pandangan yang dominan di tengah masyarakat Indonesia yang menilai adalah kebahagiaan utuh hanya bisa didapatkan dengan menikah.

Cinta Laura memang tidak menilai pandangan itu salah, ia malah mengamini bahwa semua orang berhak untuk memercayai bahwa menikah pasti membawa kebahagiaan.

Namun, ia mengingatkan supaya jangan ada orang yang memaksakan orang lain untuk memiliki cara pandang yang sama.

Menurut Cinta, siapa pun tidak berhak menghakimi orang yang ingin cepat menikah atau memang tidak terburu-buru untuk melakukannya.

"Kurasa karena media yang ada di negara kita, karena cara berpikir masyarakat yang ada, banyak laki-laki dan perempuan, tapi mungkin lebih sering perempuan, yang merasakan kebahagiaan yang utuh hanya bisa didapatkan lewat menikah, punya keluarga, punya anak, dan itu nggak salah. They're right. They have the right to believe that," papar Cinta

"Tapi, jangan memaksa orang lain untuk memiliki filosofi hidup yang sama, cause we're all different. Dan siapa pun, termasuk aku, nggak punya hak untuk men-judge seseorang yang pingin cepet nikah, dan sebaliknya, orang-orang tidak punya hak untuk men-judge orang-orang yang mungkin tidak buru-buru dan ingin melakukan segala sesuatu yang membuat dirinya nyaman," tegasnya.

(TribunTernate.com/Rizki A.)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved