Dinas Pendidikan Minta Seluruh Tenaga Pengajar di Halmahera Barat Ikut Seleksi PPPK
Menyusul SE Menpan-RB tentang penghapusan tenaga honorer, Dinas Pendidikan Halbar mengimbau seluruh guru honorer ikut seleksi PPPK di tahun depan.
Penulis: Faisal Amin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM - Dinas Pendidikan Halmahera Barat, melalui Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan GTK, menyarankan guru honorer agar ikut seleksi PPPK.
Hal ini menyusul SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB), soal penghapusan Tenaga Honorer pada 2023.
Penghapusan tersebut dikhawatirkan, akan berdampak pada tenaga pengajar (guru) honorer, yang saat ini masih mengabdi di sekolah-sekolah.
Sementara di Kabupaten Halmahera Barat, masih membutuhkan banyak tenaga pengajar (guru).
Baca juga: Isu Reshuffle, Para Menteri Dilarang Keluar Daerah, Sandiaga Uno Malah Mengunjungi Maluku Utara
"Untuk meminimalisir itu, dibutuhkan guru honorer, "Kata Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Barat, Yulinche Tuly.
Meski demikian, pihaknya belum mengetahui pasti soal penghapusan tersebut.
Berlaku bagi pegawai di pemerintah, atau juga berlaku untuk tenaga pengajar (guru) honorer.
"Kalau pun SE itu berlaku di tahun depan, saya sarankan tenaga pengajar (guru) honorer segera ikut seleksi PPPK, "ungkapnya.
Hal itu agar kebutuhan tenaga pengajar (guru) di Halmahera Barat, bisa terpenuhi.
Baca juga: RSUD Ir Soekarno Morotai Masih Minim Fasilitas, Berikut Keterangan Direktur
Menurutnya, pada 2021, Kabupaten Halmahera Barat masih kekurangan 400 tenaga pengajar (guru).
"Belum lagi ada yang pensiun, belum ada lagi yang pindah, dampaknya guru semakin berkurang, "keluhnya.
Ia juga menambahkan, hal itu karena jumlah sekolah di Halmahera Barat lebih banyak dari jumlah tenaga pengajar. (*)