Atasi Sampah di Ternate, Dinas Lingkungan Hidup Tindak Lanjuti Program Mama Mengangguk

Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate akan segera sosialosasi ke masyarat kenalkan program Mama Mengangguk untuk atasi sampah di Ternate.

Penulis: Amri Bessy | Editor: Muhammad Husain Sanusi
Tribunternate.com/Amri Bessy.
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kota Ternate, Syarif Tjan, saat diwawancarai Selasa (21/06/2022). Syarif menjelaskan Dinas Lingkungan Hidup Ternate akan kenalkan program Mama Mengangguk untuk atasi masalah sampah. 

TRIBUNTERNATE. COM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Ternate menindaklanjuti program Mama Mengangguk untuk atasi masalah sampah di Kota Ternate, Maluku Utara

Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Kamis (23) nanti akan menjadi titik pertama ujicoba menerapkan program Mama Mengangguk.

Kepada wartawan, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kota Ternate, Syarif Tjan, Selasa (21/6/2022), persoalan sampah harus diatasi dengan cara revolusioner. 

"Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan langkah-langkah yang revolusioner untuk melakukan penanganan inovasi masalah sampah. Titik awal akan kita gelar di Kelurahan Tanah Tinggi Barat," katanya.

Sembari menuturkan, sebagaimana diharapkan Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, program ini akan diperkenalkan kepada masyarakat.

"Kita langsung mengadakan ujicoba pilot projek di Kelurahan tersebut. Saya juga sudah berkomunikasi dengan Pak Camat dan Lurahnya," jelasnya.

Ia pun menjelaskan, mungkin masyarakat belum mengetahui program Mama Mengangguk, atau membuang sampah sambil menabung pupuk.

"Selain itu, sampah tersebut kita olah sehingga ada manfaatnya. Tidak sekedar dibuang karena kami DLH menghitung di Kota Ternate berdasarkan data jumlah rumah mencapai 40 ribu rumah lebih," ujarnya.

Ia pun menjelaskan, kalau 1 rumah sehari dia buang sebanyak 2 kilo sampah dalam Porous Landfill, maka sehari bisa mencapai 80 ribu kilo sampah organik yang tidak diangkut ke TPA.

"Tetapi kita jadikan pupuk kompos lewat inovasi Porous Landfill,"kata dia.

Saya kira ini sangat efektif dan efesien, contohnya ada beberapa Negara di Eropa sudah melakukan ini dan ini cocok bagi kota yang kecil.

"Kita ujicoba nanti sekitar 10 unit rumah hingga 15 unit rumah dulu sebagai pilot projek, nanti apabila berhasil akan dilakukan pemasangan semua rumah yanng berada di masing-masing Kelurahan se-Kota Ternate," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved